BALIKPAPAN – Blue Sky Hotel Balikpapan layak jadi panutan. Hampir berusia separuh abad, mereka membuktikan mampu menjaga eksistensi di tengah gempuran hotel-hotel baru di Kota Beriman hingga situasi pandemi Covid-19. Ketika banyak yang harus mengurangi pekerja untuk bertahan, mereka justru sebaliknya. Melakukan peremajaan hingga inovasi untuk memanjakan tamu-tamunya.

Pagebluk hampir berlangsung dua tahun. Kondisi rawan. Bahkan cukup mengancam. Tetapi, berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah membuat okupansi kini mulai membaik. Bahkan dikatakan Director of sales Blue Sky Hotel Balikpapan Ana Agustina, saat ini okupansi mencapai 60 persen. Didominasi dari korporat.

Hadirnya proyek refinery development master plan (RDMP) disebutnya memberikan dampak positif. Terutama paket karantina sehat bagi karyawan yang mereka tawarkan. Tentunya dengan menjaga komitmen menjalankan protokol kesehatan. Sebelum masuk kamar, para tamu harus menyertakan hasil swab PCR atau minimal antigen. Guna menghindari dan menjaga kesehatan karyawan pula.

Banyak hal baru telah dilakukan manajemen hotel. Peremajaan hingga penambahan kamar agar tamu semakin nyaman. Ana menyebutnya sebagai new look, karena renovasi hampir dilakukan di seluruh lini, pembaruan menu, kamar, ballroom, maupun restoran.

Menghadirkan ambiance baru, banyak hal dirombak. Meski demikian, beberapa kamar tetap dipertahankan dengan gaya klasiknya. “Kamar kami ada dua kategori. Modern dan classic room. Banyak tamu rindu dan ingin nostalgia, sehingga kami tetap mempertahankan yang klasik,” sebutnya saat menerima kunjungan Manajemen Kaltim Post, Kamis (23/9).

Desain minimalis modern, Blue Sky membangun lebih dari 60 unit kamar baru. Sehingga, kini total kamar mencapai 169 unit. Pada ruangan baru tersebut lebih banyak menggunakan balkon sehingga memanjakan mata tamu yang menginap. Bagi tamu yang memilih classic business room bisa menginap mulai dengan harga Rp 550 ribu, sedangkan new business room mulai Rp 650 ribu.

“Nantinya kami juga akan mengubah Island Restaurant yang digabung dengan Garden Restaurant, berkonsep indoor dan outdoor agar lebih homy. Sehingga, tamu dapat menikmati waktu lebih kala berkunjung sekaligus berenang,” ujarnya.

Identik dengan sentuhan hidangan Chinese food, di Golden Palace Restaurant milik Blue Sky juga telah diberikan suasana baru yang menyegarkan bagi tamu saat berkunjung bersama keluarga. Adapun Kaizeki Restaurant masih ditutup, tapi nantinya akan dibuka kembali.

Ana juga menambahkan, hingga kini hotel baru bisa melakukan akad nikah. Dengan batas maksimal 30 persen dari kapasitas. Nah, hanya dengan Rp 4,9 juta pasangan sudah bisa menyelenggarakan akad nikah di sini. Harga tersebut untuk 50 pax. Akad nikah bisa digelar di ballroom, pool side, ataupun di Island Restaurant.

“Masih mengikuti imbauan pemerintah. Sementara hanya boleh 30 persen dari kapasitas. Dan syukurnya masih banyak calon pengantin memercayakan pernikahan dan ingin menggelarnya di Blue Sky,” sebutnya. Di bulan ini, Blue Sky menawarkan menu of the month, September Spesial seperti nasi bakar dan kopi gula aren. (lil/ndu/k15)