Terkait aktivitas warga di Taman Tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, yang sudah berlangsung sejak awal September, Wali Kota Samarinda Andi Harun memberi keputusan tegas. Menutup sementara aktivitas taman demi mengendalikan angka penyebaran Covid-19, termasuk menata masalah parkir untuk menghindari terjadinya pungutan liar (pungli) yang telah dilakukan sekelompok masyarakat.

 

SAMARINDA–Hal itu disampaikan saat menyambangi taman yang bersebelahan dengan Masjid Darun Ni’mah, Kelurahan Karang Asam Ilir, Rabu (22/9).

Pria yang akrab disapa AH menuturkan, senang melihat antusias warga yang berbondong-bondong mendatangi taman baru itu. Namun, patut diingat, Kota Tepian masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, meski angka terkonfirmasi Covid-19 serta indikator lainnya terkendali, tetapi kewaspadaan tidak boleh kendur. “Kami memutuskan agar taman ditutup sementara secara keseluruhan, sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ucapnya.

Dia menerangkan, penutupan dimaksud bertujuan agar OPD teknis terkait menyusun tata kelola taman serta perparkiran yang ada. Harapannya, setelah dibuka nanti pengunjung bisa lebih tertib saat beraktivitas, serta untuk pengelolaan parkir juga lebih rapi karena dikelola resmi. “Saat ini yang ada berpotensi menjadi temuan pungli. Malah kasihan masyarakat bersinggung dengan kasus hukum. Paling tidak sebulan ke depan akan dibuka kembali,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani menyampaikan, atas instruksi itu, Kamis (23/9) akan memasang seng penutup untuk menghalau warga beraktivitas di taman. Sebelumnya, dia bersama jajarannya sudah menutup dua titik area parkir yang kerap dipakai warga dengan pot bunga berukuran besar. “Ada perubahan kebijakan, dari rencana awal penutupan kantong parkir saja. Terbaru adalah seluruh area taman ditutup sementara,” ucapnya.

Atas penutupan itu, Yama, sapaan akrab Nurrahmani, menyebut pihaknya akan melanjutkan kekurangan pembangunan taman sebelumnya, seperti menanam pohon dan beberapa tanaman. Dalam waktu dekat juga tempat sampah akan dipasang di beberapa titik, sedangkan fasilitas lain seperti kursi, papan plang pengumuman, hingga fasilitas lainnya bertahap dilengkapi lewat dukungan corporate social responsibility (CSR) beberapa perusahaan di Samarinda.

“Kami terbuka atas berbagai bantuan. Sudah ada perusahaan yang menawarkan diri. Tetapi kami pilah-pilah agar sesuai dengan tema dari taman tersebut, dan mengacu terhadap desain perencanaan,” ujarnya.

Sebagai informasi, taman yang sudah ramai sejak awal September itu setiap sore dipenuhi warga yang ingin berolahraga atau menikmati pemandangan Sungai Mahakam. Namun, keberadaan kantong parkir yang tersedia kurang layak, dari sisi jalur pintu masuk-keluar yang masih satu titik. Apalagi penataan parkir dilakukan sejumlah warga yang sebelumnya tidak berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan, bahkan OPD teknis seperti Dinas Perhubungan (Dishub), alias pungli. (dns/dra/k8)