PELAKSANAANpembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan, mengemukakan bahwa learning loss rupanya tidak bisa dihindari. Namun, fenomena hilangnya kemampuan siswa memahami materi pelajaran baik secara umum dan khusus karena terlalu lama menjalani pembelajaran daring.

Hal itu imbas pandemi Covid-19 terjadi paling parah adalah pelajaran matematika, karena ada yang tidak memahami pelajaran di kelas bawahnya. Sedangkan mata pelajaran lain, tidak berpengaruh signifikan. Terkait temuan learning loss di SMP 22, guru matematika kelas VII dan VIII Eli Minawati menyampaikan, hari pertama mengajar sejak PTM dimulai Senin (20/9), cukup kaget lantaran mayoritas siswa tidak memahami beberapa materi yang diajarkan. “Bahkan siswa kelas VII, tidak memahami materi dasar yang diajarkan ketika mereka kelas VI SD,” ucapnya, Rabu (22/9).

Dia mengakui bahwa pembelajaran daring yang selama ini ditempuh, memiliki banyak kekurangan, terutama dari sisi pemahaman siswa atas materi dasar. Padahal, selama ini baik tugas hingga ujian yang diberikan secara daring, rata-rata siswa terlihat bisa menguasai. “Tapi ketika pertemuan tatap muka nyatanya lebih banyak siswa yang tidak mengerti,” ungkapnya.

Dia akan mendiskusikan kejadian itu bersama guru matematika di kelas lain hingga ke kepala sekolah, untuk bisa menyiasati ketertinggalan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Namun, pihaknya tidak bisa mengulang secara menyeluruh materi karena jadwal tahun ajaran sudah berjalan. “Kami tetap mengulas, tetapi tidak banyak. Nanti didiskusikan dengan sesama guru hingga kepsek,” ucapnya.

Learning loss signifikan terlihat pada mata pelajaran lain, yakni ilmu pengetahuan alam (IPA). Guru IPA Kelas 9 SMP 22 Retno Prihatin mengaku materi yang diajarkan tidak terlalu banyak pengulangan terutama mengajar biologi. Hal itu karena banyak materi hingga video di YouTube yang beredar dan bisa dipelajari. “Sebelum masuk kelas, kami sudah mewanti-wanti untuk mengulang terus materi yang sudah diajarkan daring. Sehingga ketika tatap muka tinggal menguatkan. Meskipun kami juga mengulas kembali beberapa hal, tetapi tidak banyak,” ucapnya.

Menjadi perhatian terkait perilaku belajar siswa. Terbiasa mengerjakan tugas jarang menggunakan alat tulis, ketika mengerjakan tugas mereka menggunakan internet, jawaban mudah didapat lewat beberapa situs pembelajaran. “Pelan-pelan dikurangi, apalagi berkaitan dengan kebiasaan,” singkatnya. (dns/dra/k8)