MELBOURNE– Penduduk Melbourne, Australia berlarian ke jalanan Rabu (22/9). Gedung-gedung bergetar dan beberapa tembok rubuh akibat gempa berkekuatan 5,9 magnitudo yang terjadi sekitar pukul 09.15 waktu setempat. Pusat gempa berada di Mansfield, di utara Melbourne dengan kedalaman 10 kilometer.

’’Tidak ada laporan luka parah dan itu adalah berita yang sangat baik,’’ ujar Perdana Menteri Australia Scott Morrison seperti dikutip BBC.

Penduduk sigap menyelamatkan diri ke luar gedung karena saat itu masih pagi dan jam kerja baru dimulai. Sebagian besar warga juga masih bekerja dari rumah karena lockdown dan imbas demo anti vaksin dalam tiga hari terakhir. Kekuatan gempa tersebut adalah yang terbesar di Australia dalam beberapa dekade.

’’Saya tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya, ini sedikit menakutkan,’’ ujar pemilik Oppen Café di Melbourne, Zuma Phim.

Kerusakan gedung yang terjadi rata-rata masih ringan. Tidak ada yang sampai rata dengan tanah. Di Chapel Street yang merupakan area perbelanjaan populer di Melbourne, tampak banyak puing-puing reruntuhan yang mengotori jalan. Layanan Darurat Negara Bagian Victoria menyatakan menerima 100 panggilan perihal kerusakan. Tapi sebagian besar adalah kerusakan struktural kecil seperti cerobong asap atau fasad bangunan yang rusak.

Ahli Geologi di University of Melbourne Mike Sandiford mengungkapkan bahwa gempa bumi dengan skala besar adalah hal yang tidak biasa di Australia. Gempa terbesar sebelumnya terjadi pada akhir 1800an dengan kekuatan sekitar 6 magnitudo. Geoscience Australia melaporkan bahwa ada beberapa gempa susulan kemarin, dengan rentang kekuatan 2,5-4,1 magnitudo.

’’Gempa kemarin akan menyebabkan kerugian miliaran dollar jika saja (pusat gempa) terjadi di Melbourne,’’ tegas Sandiford seperti dikutip Agence France-Presse. Sebab, bangunan di Australia tidak dirancang untuk tahan gempa. (sha/bay)