SAMARINDA - Jajaran Polsek Samarinda Ulu turut mengamankan ayah dari janin korban aborsi yang ditemukan meninggal di pot bunga Jl Wolter Monginsidi pada hari Rabu (22/9/2021). 

Ayah korban janin aborsi tersebut berinisial Yr diperiksa polisi dengan status saksi. Ia mengenal pelaku inisial NA dari aplikasi percakapan WeChat pada Agustus 2020 lalu. 

"Sudah lama. Dari bulan Agustus sampai 2020 bulan lima. Kenalnya lewat wechat. Terus diajak ketemu. Ya pas ketemu dikasih nomor WA. Jadi kita saling kontak," kata Yr. 

Pria bekerja sebagai sopir ekspedisi mengenal pelaku aborsi NA kuliah di salah satu universitas di Samarinda. Keduanya melakukan hubungan badan 6 kali di indekos. 

Setelah itu, keduanya berpisah. Pelaku aborsi NA yang meminta putus hubungan dan selalu marah bila dihubungi Yr. 

"Dia minta putus. Dia blokir nomor WA saya. Katanya sudah punya cowok dan dia pasang foto cowok di website. Saya telepon, dia selalu marah. Dia pernah WeChat bilang kamu mau apa. Saya sudah punya cowok," kata Yr. 

Pria Yr mengetahui bahwa NA hamil dan ingin bertanggung jawab. Keluarganya sempat hendak mendatangi keluarga NA namun ditolak. 

"Sempat keluarga saya mau mendatangi keluarganya. Keluarga saya mau kesana. Tapi dihalangi. Katanya mau apa. Dia hina saya. Dia bilang kamu monyet, miskin dan tak mau hidup menderita," jelas Yr. 

Sebelumnya, masyarakat di Jalan Wolter Monginsidi Gang 2 RT 22 Kelurahan Dadi Mulya, digegerkan penemuan jasad janin di dekat pot bunga tertutup pasir di kamar 202 indekos Swadaya, Rabu (22/9/2021). 

Penemuan itu, membuat ada dugaan janin berasal dari aborsi alah satu mahasiswi penghuni indekos berinisial NA (25). Kepolisian mendapat laporan kejadian ini langsung melakukan penyelidikan dengan memasang garis polisi. 

Tim dari Inafis Satreskrim Polres Samarinda olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hampir satu jam pada sore hari. Peralatan seperti ember merah, kantong plastik berisi minuman bersoda dengan bercak darah dan kotak berisi janin diamankan. Sedangkan jasad janin dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjachranie.

Terkuaknya kasus ini adanya laporan dari rumah sakit ke polisi dikarenakan ada wanita alami pendarahan. (myn)