BAGI Nur Kolisha, mulanya dia merasa bahwa sex education mulai dikenalkan ketika anaknya pubertas. Tapi setelah membaca berbagai referensi, hal itu mestinya dimulai sejak dini.

Anak pertamanya kini duduk di bangku kelas 1 SMP. Awal tahun si sulung mendapat haid pertamanya. “Saya baru tahu ketika sudah mau selesai (siklus haid terakhir). Di situ ya merasa bersalah, kenapa enggak komunikasi terbuka dari dia masih kecil gitu ya,” beber perempuan 35 tahun itu.

Si sulung awalnya enggan untuk bercerita ke Nur. “Dia malu katanya. Nah dari situ saya mulai ajak dia ngobrol banyak. Di sekolahnya sebenarnya sudah diajarkan tentang reproduksi, tapi rasanya kurang privasi gitu ya misal si kakak ini pengin banyak tahu lagi,” jelasnya.

Berbagai pertanyaan Dira (anak pertamanya) dia jawab dengan hati-hati dan bijak. Kini dia memandang bahwa sex education memang mesti diajarkan sejak dini. Hal itu dia terapkan kepada putri bungsunya yang berusia 4 tahun.

Pandemi membuat waktunya bersama anak-anak semakin banyak. Termasuk membekali pengetahuan tentang bagaimana anak menghargai tubuhnya. “Ini saya kan lagi hamil 5 bulan, yang paling kecil tanya, kok bisa sih. Saya jelaskan kalau ini dari hubungan suami-istri, nah hubungan suami-istri itu apa? Nanti bakal adek tahu kalau sudah besar dan menikah,” ungkapnya meniru penjelasannya pada sang anak.

Dia tak merasa bahwa hal itu terlalu tabu. Anak keduanya itu juga terbiasa untuk menjaga aurat. “Misal kalau ada bapaknya di rumah, dia malu kalau cuma pakai kaus dalam. Minta pakai baju yang tertutup lengannya,” jelas Nur.

Bagi dia, tidak ada bekal yang lebih baik untuk anak-anaknya selain ilmu. Termasuk bagaimana sex education untuk membentengi diri. Kini Dira juga terbuka dengan sosial medianya. Dia bersyukur anaknya itu tidak membuka konten bersifat pornografi.

“Dulu sempat merasa kayak khawatir gitu. Apalagi ketika dia sudah haid. Misal dia asyik di depan handphone-nya, rasanya tu kayak kepo. Alhamdulillah sih dia enggak macam-macam. Pernah coba cek dan aman ternyata. Saya yang terlalu cemas, makanya sekarang modal percaya sama terus banyak ngobrol-ngobrol gitu,” tutupnya. (rdm/ndu)