Ucapan jemawa Ronald Koeman bahwa FC Barcelona punya masa depan gara-gara dia malah menjadi senjata makan tuan. Sejak mengungkapkannya di depan publik, Barca malah gagal menang dalam dua pertandingan. Semuanya di kandang sendiri, Camp Nou.

Masing-masing keok 0-3 oleh Bayern Muenchen saat mengawali Liga Champions atau hanya sehari setelah berkomentar (15/9). Lalu, bermain seri 1-1 kontra Granada CF dalam jornada kelima La Liga dua hari lalu (21/9). Ucapan Koeman turut menyinggung attitude Presiden Barca Joan Laporta yang suka ikut campur dalam urusan teknis.

Misalnya, permintaan Laporta supaya Koeman memberikan menit bermain kepada gelandang Riqui Puig dan bek tengah Samuel Umtiti. Pada kenyataannya, Umtiti adalah satu-satunya pemain fit dalam skuad Barca musim ini yang belum mendapatkan menit bermain.

Puiq pun hanya sekali diturunkan. Itu pun sebagai pengganti. Ironisnya, Koeman malah sudah memberikan menit bermain yang lumayan banyak untuk beberapa pemain Barca B. Antara lain gelandang Gavi (3 laga), gelandang Nico Gonzalez (2 laga), dan bek kiri Alejandro Balde (2 laga). Seiring ucapan tidak berbanding lurus dengan hasil akhir, jabatan Koeman kini mulai digoyang.

Laporta disebut mulai habis kesabaran untuk terus menggunakan jasa pelatih Belanda berusia 58 tahun itu. Media-media Spanyol seperti Marca dan Diario AS melaporkan, Tintin –julukan Koeman– bakal kehilangan jabatan bulan ini. Bahkan, bisa jadi lebih cepat andai Barca masih meraih hasil mengecewakan saat menantang Cadiz CF di Estadio Nuevo Mirandilla dini hari nanti (

siaran langsung beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB
).

Apalagi, Los Piratas –julukan Cadiz CF– sukses memberikan memori buruk bagi Koeman musim lalu. Dalam musim debutnya melatih Barca, Koeman tidak pernah bisa mengalahkan klub asal Andalusia tersebut. Dari dua pertemuan, Barca mencatat sekali seri dan sekali kalah. Kekalahan diderita di Nuevo Mirandilla dengan skor 1-2 (6/12/2020).

”Klub masih mendukungku untuk membangun kembali tim ini yang tentu tidak bisa dilakukan dengan instan,” kata Koeman dalam pre-match press conference tadi malam seperti dilansir Mundo Deportivo. ”Berprestasi dengan dana minim tentu sulit,” tekannya. Yang unik dalam konferensi pers tersebut, Koeman melakukannya secara skrip. Dia membaca apa yang tertulis di secarik kertas.

Sesaat setelah selesai membacanya, Koeman bergegas meninggalkan ruangan tanpa ada sesi tanya jawab. Hal itu diyakini sebagai cara agar Koeman tidak berkomentar aneh-aneh yang merugikan dia maupun skuad Barca. Khususnya terpancing untuk menjawab pertanyaan media seputar relasinya dengan Laporta terkini. Sebab, Laporta diklaim sudah bergerilya menyusun para kandidat suksesor Koeman.

Nama-nama yang masuk bursa adalah mantan kapten Barca yang kini berkarier di Qatar, Xavi Hernandez, hingga pelatih Barca B Sergi Barjuan. Ada pula pelatih timnas Belgia Roberto Martinez, mantan pelatih Inter Milan Antonio Conte, hingga eks gelandang Barca Phillip Cocu.

Xavi disebut sebagai nama favorit. Yang menjadi ganjalan, Xavi masuk gerbong Victor Font, pesaing Laporta dalam pemilihan presiden Barca awal Maret lalu. Xavi dijanjikan menangani Barca musim ini seandainya Font yang menduduki kursi presiden. ”Dia (Xavi) memang ditakdirkan untuk melatih Barca dan hanya menunggu waktu yang tepat,” ujar tandem Xavi di lini tengah Barca, Andres Iniesta. (jpc)