SAMARINDA- Akhirnya, kota Samarinda turun ke level 2 dalam  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Nomor 44 Tahun 2021 yang dikeluarkan pada tanggal 20 September 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1, dua kota besar di Kaltim, yakni Balikpapan dan Samarinda mengalami penurunan level PPKM.

Di Samarinda, turunnya level PPKM disambut gembira oleh warga dan pelaku usaha wisata. Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kaltim Dian Rosita menyambut baik penurunan level ini. Dikatakannya, hal ini tentu membuka kesempatan warga untuk berekreasi setelah sekian lama “terkungkung” di rumah. “Sejak tanggal 25 lalu sejatinya pelaku usaha wisata sudah boleh beraktivitas, tentunya dengan penerapan protocol kesehatan berbasis cleanliness, health, safety, environmental sustainability (CHSE) di destinasi wisata. Ini lebih ketat dari protocol kesehatan biasa. Penurunan level ini tentu kami sambut baik, meskipun kami belum bisa do something, atau berkreativitas lebih, karena pandemic ini belum pasti dan bisa berubah ubah kan,” katanya.

Yang jelas kata dia, ada harapan usaha wisata Kembali normal. “Jika keadaan baik ini terus berlanjut, tentunya angin segar bukan hanya bagi dunia usaha wisata, tapi juga lainnya,” tutupnya. 

Sementara Balikpapan turun ke level 3. Penurunan level dari 4 ke level 3 di Balikpapan disambut gembira oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty. “Ini cukup menggembirakan relaksasi kegiatan masyarakat,” kata Andi Sri yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan ini. Dengan demikian kata dia, status Kota Balikpapan ke zona kuning. Diakuinya, kasus di Balikpapan terus turun, selama penerapan PPKM level 4.

“Alhamdulillah trennya di Balikpapan turun. Zoom meeting dengan kementerian, level kita sudah turun. Terima kasih atas kerjasama semua pihak dalam upaya penanganan Covid-19 di kota kita,” kata perempuan yang akrab disapa Dio ini.

Meski demikian, diakuinya tetap ada pekerjaan yang menuntut Kerjasama dari pemerintah dan tentunya warga. “Kita akan terus upayakan menurunkan level PPKM ke tingkat yang lebih rendah.  Jika terus menurun, maka ini mempermudah pembukaan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” katanya. Yang jelas kata dia, pemerintah masih berjuang agar level PPKM di Balikpapan turun lagi ke level 2. “Kita lihat dua pekan ke depan,” katanya.  Soal aturan dalam PPKM level 3 ini, kata Dio ada sedikit perubahan terutama sektor ekonomi. (pro)