SAN MARINO – GP San Marino Minggu lalu (19/9) menjadi balapan perpisahan Valentino Rossi di depan fansnya sendiri. Pembalap 42 tahun itu sudah mengumumkan akan pensiun pada akhir musim ini.

Acara perpisahan berlangsung begitu emosional. Puluhan ribu fans yang memadati sirkuit Misano membawa bendera berwarna hijau stabilo. Bendera itu ada tulisan 46, nomor kebesaran Rossi. Pada lap terakhir, mereka menyalakan flare dan mengibarkan bendera tersebut tanpa henti sebagai selebrasi penghormatan untuk Rossi.

Rossi pun menyambut selebrasi fansnya dengan hangat. Usai balapan, dia berkeliling beberapa putaran sambil menyapa penonton. Dia juga menyempatkan diri berhenti di dekat beberapa tribun untuk melakukan penghormatan langsung di depan para penggemar.

”Melihat fans yang datang mendukungku begitu banyak, rasanya luar biasa,” ucap Rossi dilansir GP One. ”Bagi seorang pembalap, bertanding di depan fans bisa mengubah hidup. Saat membalap di sirkuit yang kosong rasanya malah aneh,” tambah pembalap kelahiran Urbino, Italia, tersebut.

Yang membuat Rossi sedikit kecewa adalah penampilannya. Di balapan tersebut dia hanya berhasil finis di posisi 17. ”Sebenarnya aku sangat ingin memberi mereka (fans) tontonan yang lebih baik. Seharusnya aku bisa lebih kompetitif. Maaf, sekali lagi maaf. Sungguh, aku sudah melakukan yang terbaik,” jelas pembalap yang saat ini membela Petronas Yamaha SRT tersebut.

Meski demikian, ada juga yang membuat Rossi lega di balapan Minggu lalu. Yakni, performa pembalap Italia yang luar biasa. Pembalap Ducati asal Italia Francesco Bagnaia, misalnya. Dia meraih podium tertinggi di balapan tersebut. Selain itu, ada rookie asal Italia. Yakni, rider Avintia Ducati Enea Bastianini yang meraih podium ketiga.

Melihat kenyataan itu, Rossi menyebut dirinya bisa meninggalkan MotoGP dengan tenang. Sebab, sudah banyak bermunculan pembalap muda Italia yang kompetitif dan akan meneruskan perjuangannya di persiangan kelas premier.

”Situasi Italia di MotoGP saat ini sedang sangat baik. Meski tanpa aku, sudah tidak ada masalah. Ini benar-benar hal yang sangat positif,” ucap Rossi. ”Pecco (Bagnaia) tahun ini bisa bersaing lebih ketat untuk juara dunia. Begitu juga (Franco) Morbidelli,” tambahnya.

Sejak lama, Rossi memang ingin semakin banyak pembalap Italia bermunculan di kelas grand prix. Karena itu, dia sangat fokus membesarkan akademi balap miliknya sendiri. Dia sempat mengatakan, salah satu alasan melakukan itu adalah karena tidak ingin grand prix di masa-masa mendatang dikuasai pembalap asal Spanyol. (irr/c13/bas)