LONDON – Euforia petenis Inggris Emma Raducanu sebagai juara grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka 2021 berakhir. Seminggu setelah merengkuh titel tersebut, petenis 18 tahun itu kemarin mengunggah foto di media sosial. Foto tersebut menunjukkan dirinya yang sudah kembali berlatih di gym.

Ya, setelah menjadi jawara AS Terbuka, Raducanu memang benar-benar menikmati euforia gelar juara tersebut. Dia mendatangi berbagai undangan, baik di New York maupun London.

Gelar AS Terbuka membuat Raducanu menjadi petenis putri Inggris pertama yang menjadi juara grand slam dalam 44 tahun terakhir. Dia juga menjadi petenis pertama dalam sejarah yang mampu menjadi juara grand slam meski datang dengan status petenis kualifikasi. ’’Kembali ke latihan sampai berkeringat,’’ tulis Raducanu dalam unggahan video Instagram dilansir The Sun.

Di sisi lain, nenek Raducanu, Niculina Raducanu, buka suara ke media. Dia sempat memaksa Raducanu untuk berhenti bermain tenis. Permintaan itu disampaikan saat sang cucu mengalami sesak napas ketika bertanding di babak 16 besar grand slam Wimbledon pada Juli lalu.

Saat itu Raducanu mundur di tengah laga 16 besar saat melawan petenis Australia Ajla Tomljanovic. Sebab, petenis berdarah Rumania-Tiongkok tersebut mengalami sesak napas dan pusing yang sangat mengganggu. ’’Saat itu aku langsung bilang ke ayahnya agar dia (Emma, Red) berhenti bermain tenis,’’ ucap Niculina dilansir AFP. ’’Itu karena aku yakin kesehatannya jauh lebih penting daripada uang ataupun ketenaran,’’ tambahnya.

Namun, Niculina kini senang dan mendukung penuh cucunya untuk melanjutkan karier di tenis. Dengan catatan, kesehatan Emma tetap menjadi prioritas utama. Niculina mengaku tak melihat cucunya bertanding di televisi saat final AS Terbuka karena dia begitu tegang.

’’Hatiku mengatakan aku sungguh tak sanggup ikut melihat laga itu. Aku yakin itu adalah hari yang sangat sulit untuk cucuku. Kini aku ikut senang untuknya dan orang tuanya,’’ ucap Niculina. (irr/c12/bas)