Taman Tepian Mahakam segmen Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, sejatinya belum diresmikan. Namun, pembukaan beberapa pagar seng sejak awal September lalu, dimaksud dalam rangka menjaring saran dan masukan masyarakat untuk melengkapi fasilitas yang perlu dihadirkan di sana.

 

SAMARINDA – Nyatanya pengunjung membeludak, terutama jelang petang. Hal itu menunjukkan besarnya animo warga Kota Tepian terhadap ruang terbuka hijau (RTH) baru itu.

Tetapi taman yang dibangun sejak 2020 itu belum dikelola maksimal oleh pemkot melalui OPD teknisnya, baik dari sisi pengelolaan taman hingga area kantong parkir. Padahal, jika dikelola, ada potensi penambahan pundi-pundi kas daerah dari sisi retribusi parkir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani menerangkan, pihaknya tengah mempersiapkan personel untuk ditempatkan di kawasan tersebut. Tugasnya untuk mengelola kebersihan serta perawatan berbagai pohon serta fasilitas yang ada. “Saat ini, yang sudah bekerja baru petugas keamanan. Itu jumlahnya sedikit. Pihaknya perlu bantuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk turut berjaga ketika sore, di mana banyak warga yang beraktivitas,” ucapnya.

Selain itu, mengenai pengelolaan parkir yang ada, Yama, sapaan akrab Nurrahmani, menyebut, baru berencana berkoordinasi dengan OPD teknis, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), terkait tata cara pengelolaan. Dia tak menepis area itu berpotensi menambah pemasukan kas daerah. “Karena baru semacam uji coba, makanya semua itu (pengelolaan parkir dan perawatan) baru dikoordinasikan,” ujarnya.

Menanggapi pengelolaan parkir di taman tersebut, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda Vincentius Hari Prabowo menuturkan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pembinaan juru parkir. Diungkapkannya, jukir yang ada tiba-tiba muncul, memanfaatkan situasi taman yang dibuka tetapi belum sepenuhnya diresmikan. “Kami belum bisa berbuat banyak, apalagi posisinya bukan di tepi jalan,” ucapnya, Minggu (19/9).

Namun, pihaknya menanti rencana DLH Samarinda untuk menggelar rapat koordinasi terkait pengelolaan parkir di kawasan tersebut. Dalam agenda itu, Dishub Samarinda akan memberikan beberapa masukan terkait tata kelola perpakiran yang berdasarkan peraturan daerah yang berlaku.

Kawasan itu bukan area parkir tepi jalan, sehingga urusan untuk pengelolaan itu ada di ranah kepala daerah. “Tapi kami akan bertugas sesuai tupoksi, memberikan saran teknis untuk memecahkan masalah perparkiran di sana,” jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan lapangan, jukir baru bekerja sore hari saat taman ramai dikunjungi warga untuk berolahraga atau sekadar jalan-jalan menikmati pemandangan Sungai Mahakam. Pada siang dan malam tidak ada.

Namun, jalur masuk kantong parkir yang kurang ideal malah menyebabkan kemacetan. Kendaraan terbagi antara yang mengantre masuk area taman, dan ada yang terus melanjutkan ke arah jembatan Mahakam IV atau Jalan Untung Suropati. (dns/dra/k16)