BANGUNANdi aliran Sungai Barito, ditegaskan Hasbullah (52), ketua RT 17, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, harus ditertibkan untuk mengurangi banjir yang merendam lingkungan RT 17, 18, dan 20.

Diungkapkannya, banjir yang merendam RT 17 dan dua RT di sekitarnya mulai sering terjadi sejak 2010. Tepatnya ketika mulai banyak bangunan rumah yang didirikan menjorok ke aliran sungai. "Saya tinggal di sini sudah 25 tahun lebih. Dulunya perahu saya bisa masuk sampai ke sungai di depan rumah, tapi sekarang sudah tidak bisa karena banyak patok rumah warga di sungai," ungkapnya.

Pada 2019 ketika banjir besar pertama kali melanda lingkungan RT 17, bersama beberapa RT lainnya, diusulkan untuk menertibkan bangunan rumah di aliran sungai. Khususnya yang berada di dekat jembatan samping pasar Km 1. "Tapi tidak juga ada penertiban, padahal waktu itu sudah beberapa kali dibicarakan," ucapnya. Perihal permintaan penertiban bangunan di alur sungai, diungkapkan Camat Loa Janan Ilir Syahrudin Salman, memang pernah dibicarakan. Bahkan telah diusulkan ke Dinas PUPR Kaltim.

"Sejauh ini kami belum mendapat informasi apakah usulan itu disetujui atau tidak. Namun, kami akan kembali mengusulkan untuk mendorong usulan sebelumnya," tandasnya. (kpg/oke/beb/dra/k16)