BALIKPAPAN - Tak lama lagi QR code PeduliLindungi akan diterapkan di luar Jawa-Bali, termasuk Balikpapan. Sembari menunggu keputusan pemerintah pusat, mal-mal di Kaltim terus berproses mempersiapkan diri jelang penerapan wajib vaksin bagi pengunjung tersebut.

QR code PeduliLindungi dari Kementerian Kesehatan telah dikeluarkan. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adriyanto menuturkan, terkait kepastian kapan diterapkannya kebijakan tersebut masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Sementara ini, pemerintah masih fokus di Jawa-Bali.

Menunggu turunnya level, hingga saat ini 95 persen karyawan maupun staf manajemen mal telah mendapatkan vaksin, begitu pula dengan di Plaza Balikpapan. Meski nanti PeduliLindungi mulai diterapkan, penjagaan dan pemeriksaan suhu tetap dilakukan bagi pengunjung yang hendak masuk ke dalam mal.

“Apakah di awal Oktober, saya masih belum tahu. Tapi saat nanti ditetapkan, diberikan waktu seminggu atau dua minggu di awal untuk uji coba,” ucapnya.

Berkaca dari kejadian di Jawa-Bali, beberapa pengunjung tidak dapat logout sehingga masih terdeteksi di dalam mal, padahal pengunjung tersebut mestinya ketika berada di luar mal lebih dari 350 meter akan ke luar dari aplikasi. Sebab jika masih belum ter-logout, nantinya akan kesulitan bila ingin kembali berkunjung ke mal.

Ada 11 pintu yang akan dipasang QR PeduliLindungi. Masing-masing pintu akan terkoneksi langsung dengan sistem dari Kementerian Kesehatan agar dapat dipantau. Beberapa pintu dikhususkan bagi karyawan dan staf, walau demikian mereka pun tetap diwajibkan untuk scan.

Terdapat empat warna yang menunjukkan status dalam aplikasi PeduliLindungi saat melakukan scan QR code di pintu masuk. Warna hijau menunjukkan bahwa orang tersebut telah mendapatkan dua dosis vaksin. Warna kuning mendapatkan satu dosis vaksin. Warna merah belum mendapatkan vaksin, tetapi masih dapat masuk dengan menunjukkan bukti surat keterangan dari pihak rumah sakit. Dan warna hitam berarti masih dalam status terkonfirmasi positif Covid-19.

“Beberapa orang mungkin belum mendapatkan vaksin karena riwayat penyakitnya, tetap boleh masuk dengan menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit. Sedangkan bagi yang sudah pulih dari Covid-19 tapi masih berstatus hitam bisa membawa bukti PCR atau antigen terakhir,” tutur pria yang juga menjabat sebagai General Manager Plaza Balikpapan itu.

Okupansi tenant sendiri hingga sekarang menurutnya masih mengalami penurunan 10 hingga 15 persen. Maka mengembalikan kunjungan merupakan cara agar tenant dapat bertahan dan tenant yang tutup kembali buka lagi. Berkat dibukanya tol Balikpapan-Samarinda diakui memang memberikan pengaruh positif terhadap kunjungan. Momen weekend misalnya, kunjungan bisa mencapai 45 persen dan weekdays 5-7 persen.

“Bila QR PeduliLindungi diterapkan pasti jumlah pengunjung akan terseleksi. Naik tapi melandai. Dari informasi terakhir di pusat melalui Kementerian Kesehatan pun anak di bawah usia 12 tahun boleh masuk mal, tapi masih diuji coba dulu di Jawa,” kata Aries.

“Akhir tahun, kami harap Balikpapan bisa turun ke level dua, agar pelonggaran bisa kembali dilakukan. Sehingga, bioskop dan wahana permainan anak dapat segera dibuka, yang membantu tenant segera recovery dan yang closing dapat kembali buka,” tandasnya.

Di Plaza Balikpapan sendiri, Minggu (19/9) diberikan diskon tambahan 10 persen bagi pengunjung yang menunjukkan bukti vaksin/sertifikat vaksin. Hal itu dilakukan guna mendorong minat masyarakat agar mau datang ke mal. (lil/ndu/k15)