JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) tidak menjadikan hasil survei elektabilitas tokoh sebagai patokan menetapkan kandidat yang akan bertarung. PDIP memastikan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung adalah keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP saat ini fokus pada kaderisasi dan bekerja untuk rakyat. Meski demikian, akan tiba waktunya PDIP menentukan siapa capres/cawapres yang diusung. Seluruh kader partai akan menyerahkannya kepada Megawati. Dia meyakini Presiden Kelima RI itu akan memilih calon melalui kontemplasi, mendengarkan suara rakyat, dan mempertimbangkan banyak aspek strategis.

Menurut dia, untuk menjadi presiden, wakil presiden, atau menteri sekalipun, PDIP meyakini hal itu selalu ada campur tangan Tuhan. ''Selalu ada suara arus bawah, suara rakyat yang kemudian terakumulasi membentuk keyakinan," jelas dia Sabtu (18/9)

Alumnus Universitas Gadjah Mada itu mengatakan, sejumlah lembaga survei memang sudah merilis hasil riset mengenai elektabilitas beberapa kader banteng. Namun, Hasto memastikan partainya tidak akan menjadikan elektabilitas sebagai alat ukur.

Mantan anggota DPR RI Itu menjelaskan bahwa Megawati akan memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Mahakuasa. “Tradisi itu dijalankan Bu Mega. Dalam kongres juga disebutkan itu hak prerogatif Bu Mega sehingga pada waktunya pasti diumumkan calonnya," ujarnya.

Terkait dengan wacana jabatan presiden tiga periode, Hasto menegaskan, partainya menolak hal itu. PDIP akan patuh sepenuhnya pada aturan konstitusi yang sudah ada. (lum/bay)