MANCHESTER – Pada 30 Mei lalu, 6 ribu fans Manchester City pulang dari Estadio do Dragao, Porto, dengan kekecewaan. Pengorbanan mereka terbang jauh-jauh dari Manchester saat pandemi Covid-19 dan risiko karantina sepulang dari Portugal dibalas dengan taktik tidak biasa Pep Guardiola.

Pelatih City itu menjadikan Fernandinho dkk yang semestinya bertipikal lebih menyerang justru cenderung bertahan saat menghadapi Chelsea dalam final Liga Champions musim lalu. Hanya sekali tembakan ke gawang yang dicatatkan para pemain The Citizens.

Alhasil, City menyerah 0-1 dan kesempatan terbaik klub milik Sheikh Mansour memenangi Liga Champions setelah 13 musnah. ”Pep-lah yang menjauhkan Si Kuping Lebar dari fans City,” kritik legenda sepak bola Jerman Lothar Matthaeus yang ketika itu jadi analis di Sky Deutschland.

Nah, akhir pekan lalu (18/9), situasi serupa terulang lagi dalam laga Premier League. Menghadapi Southampton FC di kandang sendiri, Etihad Stadium, City hanya mampu mencatat sekali tembakan ke gawang. Meski, sepanjang laga, pasukan Pep melakukan 16 kali percobaan menjebol gawang Soton yang dijaga Alex McCarthy.

Meski tidak kalah, hasil itu menampar wajah Pep berkaitan dengan ucapannya kepada fans City. Setelah The Citizens menang 6-3 atas RB Leipzig dalam Liga Champions midweek lalu (16/9), Pep meminta fans memenuhi laga saat melawan Soton. Itu karena hanya 38 ribu penonton dari 53 ribu kapasitas stadion yang diisi fans.

Kemarin, saat fans City memenuhi 52.698 kursi Etihad Stadium, rekor penonton kandang terbanyak musim ini, pasukan Pep malah menyajikan permainan boring. Seakan melegitimasi ucapan sekjen kelompok fans City Kevin Parker. Parker secara implisit meminta kepada Pep untuk lebih mengurusi taktik ketimbang animo fans datang ke stadion.

”Pep seharusnya lebih mengetahui bahwa klub asuhannya itu hanya klub kecil, tak punya tradisi, dan tak punya sejarah,” ejek warganet di Twitter seperti dilansir Daily Star.

Lalu, apa respons Pep? Pelatih berjuluk Sang Filsuf itu seperti menghindar dari ucapan sebelumnya. ’’Saya tidak akan mengeluh berapa banyak fans yang datang (ke stadion). Berapa pun jumlah mereka, saya syukuri. Mau 100 orang, mau 85 orang, saya tetap senang,” tuturnya. Hmm… (ren/dns)