Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terikat rencana membangun Pusat Sains, Teknologi dan Industri Nuklir. Lokasi yang dipilih di atas lahan seluas 20 hektare di Kawasan Industri Buluminung (KIB), Penajam, Penajam Paser Utara (PPU).

 

PENAJAM- Perusahaan nuklir Rusia yang didirikan Vladimir Putin awal Desember 2007 itu memberikan nama pembangunan tersebut Buluminung Nuclear Industry-Science Technopark (BNI-STP). Sejauh ini Batan-Pemprov Kaltim telah membahas kerja sama tersebut melalui focus group discussion (FGD) bertema Aplikasi Teknik Nuklir dalam Pengembangan Kawasan Buluminung Nuclear Industry Science Technopark Kalimantan Timur, di Samarinda, tahun lalu. 

Informasi yang didapatkan koran ini dari laman Batan menyebutkan, BNI-STP merupakan area terpadu yang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang saling bersinergi dengan berbagai fungsi, yakni sebagai pusat pendidikan, penelitian, aplikasi iptek nuklir, dan temu antara komunitas iptek nuklir dengan dunia usaha. Selain itu, kawasan ini juga difungsikan sebagai tempat untuk mempromosikan dan tujuan wisata iptek nuklir.

Berkaitan dengan rencana ini, Pemerintah Rusia tahun lalu mengundang sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan, terutama terkait pembangunan taman teknologi sains di KIB. “Pembangunan nuklir itu melibatkan Batan kerjasama dengan Rusia. Kami delegasi Indonesia,” kata Alimuddin, kemarin. Ia saat itu menjabat kepala Dinas Perhubungan PPU --kini kepala Disdikpora PPU--bersama rombongan diundang mengunjungi Negeri Beruang Putih itu membahas beberapa hal, termasuk tentang pembangunan BNI-STP itu.

Dikatakannya, rencana ini disambut positif oleh Pemkab PPU dengan menyediakan lahan khusus seluas 20 hektare untuk proyek itu. Pemkab PPU telah memasukkan program ini pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten PPU 2018-2023. Pada halaman 55 RPJMD tersebut disebutkan, lokasi pembangunan BNI-STP itu sudah ditetapkan di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Buluminung, PPU. Pemkab PPU mendukung/menyediakan lahan untuk pembangunan BNI-STP. Pembangunan BNI-STP tersebut dirancang Pemprov Kaltim bersama Batan dan telah melalui tahapan survei dalam rangka penyusunan Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS).

Kaltim Post berusaha mendapatkan keterangan lanjutan mengenai rencana ini ke beberapa pihak di Pemkab PPU. Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) PPU Nita Lilyana Damayanti saat dihubungi tidak bersedia menjelaskan. “Mohon maaf sebelumnya, saya tidak memiliki kompetensi untuk menjawab, mohon dapat dimaklumi. Untuk hal tersebut dapat komunikasi langsung ke kepala badan ya, terima kasih,” kata Nita. Kepala Bappelitbang PPU Fatmawati yang diminta konfirmasinya melalui platform perpesanan WhatsApp (WA), kemarin, tidak membalas, kendati pesan yang dikirim media ini ke ponselnya sudah tampak dua centang biru tanda pesan telah dibaca.(ari/far)