TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Berau Iswahyudi memastikan seluruh santri yang tinggal di pesantren akan mendapatkan jatah vaksin. Iswahyudi menyebut, pihaknya masih mendata jumlah pesantren di Berau, serta jumlah peserta vaksin di pesantren tersebut. Sebab, menurut Iswahyudi, anak di bawah 12 tahun saat ini masih belum bisa divaksin.

"Sudah masuk radar kita," ujarnya, Minggu (19/9). Lanjut dia, untuk anak sekolah dan pesantren memang sudah masuk sasaran vaksinasi. Untuk vaksinasi, akan dilakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) dan pihak-pihak lainnya, seperti perusahaan atau TNI-Polri. 

"Iya masih progres pendataan dilakukan oleh Dinas Pendidikan juga," paparnya. Yang menjadi kendala saat ini, menurut Iswahyudi, jumlah vaksin yang sedikit, sehingga tidak bisa menyuplai keseluruhan. Diakui Iswahyudi, pihaknya saat ini masih menyasar pelayan publik, lansia, dan pelajar. Mengingat proses pembelajaran tatap muka (PTM) akan dilakukan.

"Jika jumlah vaksin cukup, tentu tidak ada kendala bagi kita," ujarnya. Ia melanjutkan, hingga kini para santri pesantren memang belum tersentuh vaksin. Namun, bukan berarti tidak diperhatikan oleh Diskes. Ia mengatakan, anak pesantren ke depannya akan digabung dengan vaksin pelajar agar pemutusan penularan Covid-19 bisa dikendalikan. "Kita akan menggunakan vaksin Sinovac," katanya.

Sementara saat ini presentasi vaksin dosis pertama di Berau baru mencapai 38 persen. Untuk dosis kedua yakni 24 persen. Masih jauh dari standar capaian herd immunity yakni minimal 70 persen dari jumlah penduduk suatu daerah.

"Kendala kita hanya soal jatah vaksin. Itu bukan Berau saja, tapi semua daerah," ujar Iswahyudi.

Disinggung mengenai apakah tahun ini bisa tercapai herd immunity, Iswahyudi menegaskan, akhir tahun pihaknya menargetkan proses vaksin sudah mencapai 75 persen, baik dosis pertama maupun dosis kedua.

"Tidak ada yang tidak mungkin. Target kita akhir tahun 2021," paparnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Berau, Suprapto menuturkan, jumlah keseluruhan pelajar yang akan divaksin yakni 44.380 pelajar. Ia menuturkan, data ini disesuaikan dengan Dapodik.

"Siswa Berau berdasarkan Dapodik SD sebanyak 32.186, dan SMP sebanyak 12.194," ujarnya. Ia mengatakan, kemungkinan dalam tahun ini para pelajar akan divaksin, tergantung dari jumlah vaksin yang datang ke Berau, baik melalui Diskes, aparat TNI-Polri, maupun pihak lainnya.

"Kalau tidak ada kendala, tahun ini semuanya," pungkasnya. (hmd/far/k16)