SAMARINDA-Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2021 yang jatuh pada 17 September, harus dilewati dengan momentum khusus, salah satunya dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Di tengah mulai membaiknya kinerja, Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda memiliki serangkaian acara untuk merayakan Harhubnas di Kota Tepian.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda Agung Pracayanto mengatakan, Harhubnas ini harus dijadikan momentum agar insan transportasi bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Memang tidak diwajibkan memiliki kegiatan khusus, namun pihaknya berusaha memberikan momen pada Harhubnas untuk masyarakat sekitar bandara, dan juga insan transportasi itu sendiri.

“Kami mengadakan beberapa lomba dengan mitra seperti airlines dan stakeholder lain. Selanjutnya masih serangkaian Harhubnas ada mengundang purnabakti untuk diberikan hadiah, dan ditutup dengan acara hari ini membagikan sembako bagi masyarakat kurang beruntung di sekitar bandara,” ujarnya usai membagikan sembako di sekitar APT Pranoto, Sabtu (18/9).

Pembagian sembako untuk masyarakat di sekitar bandara, sudah kali kedua dilakukan, saat momentum Harhubnas. Dengan melibatkan mitra, seperti airlines, instansi pemerintah seperti Badan Karantina, dan lainnya. Tahun ini APT Pranoto menyalurkan kepada empat desa atau kelurahan, yaitu keluruhan Sungai Siring, Desa Sungai Bawang, Desa Tanah Datar, dan Desa Pampang. Setidaknya untuk empat desa tersebut, APT memberikan 200 paket sembako masing-masing desa diberikan 50 paket sembako.

“Kita berusaha meningkatkan pelayanan untuk masyarakat, salah satu wujudnya berbagi kepada sesama,” tuturnya.
Pihaknya juga mengapresiasi insan transportasi yang turut mendukung pengendalian Covid-19, dengan terus memperketat protokol kesehatan, serta melakukan vaksinasi. Apalagi kini kinerja bandara mulai membaik, seiring Samarinda yang sudah menjadi level 3.

Pada saat penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 setidaknya penumpang di Bandara APT Pranoto hanya sekitar 300 orang per hari. Namun pada level 3, penumpang meningkat dari 300 orang, menjadi 800 penumpang. Sehingga penurunannya terjadi sejak awal PPKM yaitu pada Juli, Agustus, dan awal September.

“Setelah September kita level 3, jumlah penumpang langsung meningkat dari sebelumnya hanya 300 orang sekarang sudah mulai menjadi 800 orang per hari,” katanya. Meskipun meningkat, jumlah itu masih sangat jauh dibandingkan sebelum PPKM. Sebelum PPKM, Bandara APT Pranoto mencatat 36.068 orang per bulannya. Sehingga rata-rata hariannya lebih dari 1.000 orang. Sedangkan saat PPKM pada Juli, dalam sebulan kurang-lebih hanya 5.966 orang, atau menurun 83,46 persen akibat PPKM.

“PPKM ini sangat mempengaruhi jumlah penumpang, sebab bukan hanya dari daerah ini namun juga daerah yang dituju. Misalnya ke Surabaya, perjalanan ke sana juga persyaratannya cukup banyak. Jadi kebanyakan masyarakat menunda perjalanan,” pungkasnya. (ctr)