BONTANG - Pupuk Kaltim meresmikan jalan baru yang dinamai Jalan Ir Suratman dan Jalan NPK Pelangi, Sabtu (18/9/2021) pagi. Jalan ini untuk kemudahan akses masyarakat. Terutama untuk warga Kampung Sidrap, Guntung, dan Loktuan. Juga sebagai upaya perusahaan dalam mendukung peningkatan infrastruktur di Bontang.

Jalan Ir Suratman terinspirasi dari sosok pionir Pupuk Kaltim yang berjasa dalam memajukan perusahaan. Suratman diketahui merupakan direktur utama ketiga Pupuk Kaltim. Masa jabatan almarhum, yakni 1990 sampai 1995.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan, Suratman  dikenal sebagai sosok dengan kebijakan jangka panjang yang berpihak pada industri pupuk.

"Beliau punya kebijakan, industri pupuk harus diperjuangkan, dengan tetap berprinsip mengutamakan pemenuhan pupuk dalam negeri. Jadi ini adalah bentuk penghargaan terhadap almarhum yang telah berpulang pada 2020 lalu," ungkapnya saat peresmian jalan.

Peresmian jalan Ir Suratman dan Jalan NPK Pelangi.

Selain Jalan Ir Suratman, Pupuk Kaltim turut meresmikan Jalan NPK Pelangi. Nama ini dipilih mengingat NPK Pelangi merupakan salah satu produk unggulan. Menurut Rahmad, dengan sejumlah produk yang dimiliki, Pupuk Kaltim kini menjadi perusahaan pupuk urea terbesar keenam di Asia Pasific.

Diketahui, sebelumnya juga nama Ir James Simandjuntak, mantan dirut pertama Pupuk Kaltim, juga digunakan sebagai nama jalan. Berada di area kantor pusat Pupuk Kaltim. Sedangkan, nama dirut kedua Pupuk Kaltim, Kotan Pasaman, digunakan di area PC VI.

"Jalan ini untuk umum, sengaja dibangun dengan kualitas bagus dan bisa dilewati kendaraan berat," ujarnya.

Menurutnya, jalan ini dibangun di atas tanah perusahaan namun untuk kepentingan publik. Dia berharap keberadaannya bisa dimanfaatkan dengan baik, aktivitas ekonomi bisa meningkat, sehingga berdampak pada kesejahteraaan masyarakat. Pembukaan jalan ini juga diharapkan dapat menarik investor untuk masuk ke Kota Taman.

Lebih lanjut, dia menyebut, dalam beberapa tahun ke depan, sejumlah industri dikembangkan. Beberapa pabrik dibangun, dengan nilai triliunan rupiah. Saat ini Pupuk Kaltim tengah membangun pabrik ammonium nitrate. Tahun depan, dilanjutkan dengan pabrik soda ash atau bahan baku untuk kaca. Pupuk Kaltim juga berencana melakukan peningkatan kapasitas produksi NPK, dan sejumlah rencana pengembangan industri lainnya.

"Mudah-mudahan bermanfaat, dan jangan digunakan untuk balapan liar. Kami juga minta dukungan semua pihak terutama masyarakat, agar Pupuk Kaltim bisa terus memberikan kontribusi baik bagi negara, daerah, masyarakat, dan lingkungan sekitar," kata Rahmad.

Acara peresmian nama jalan ini turut dihadiri oleh putra pertama Suratman, Eko Wahyu Laksmono. Dia mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada sang ayah. Dia berharap Pupuk Kaltim dapat terus maju dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan baik skala nasional maupun di lingkup Bontang.

"Senantiasa memberikan kesejahteraan kepada karyawan, keluarga, dan masyarakat. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan untuk Pupuk Kaltim," tuturnya.

Jalan NPK Pelangi dibangun di lahan sepanjang 1.032 meter, dengan lebar 14 meter. Sedangkan, Jalan Ir Suratman memiliki lebar yang sama, dengan panjang 1.900 meter. Masing-masing memiliki 2 jalur. 

Pembangunan jalan inipun mendapat apresiasi dari pemerintah. Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyebut, jalan yang dibangun oleh perusahaan ini memiliki manfaat jangka panjang, untuk kepentingan bersama. 

Pupuk Kaltim, sebutnya, telah banyak berkontribusi dalam pembangunan Bontang. Sehingga dukungan masyarakat diperlukan, untuk kemajuan perusahaan, agar manfaat yang diberikan dapat lebih meluas lagi. "Ini bisa menjadi percontohan, jadi mari kita jaga sama-sama, dirawat dengan baik," ujarnya.

Peresmian jalan turut dihadiri oleh Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, Wakil Ketua DPRD Agus Haris, Forkopimda, dan perwakilan anak perusahaan Pupuk Kaltim. Acara diawali dengan jalan sehat di sepanjang Jalan NPK Pelangi dan Jalan Ir Suratman. Dalam pelaksanaannya, seluruh pengisi acara telah dites rapid antigen dengan hasil negatif, seluruh tamu undangan juga menerapkan protokol kesehatan. (adv/edw)