Raut wajah sumringah terpancar dari para wajah para pengurus Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) Katim usai dikukuhkan langsung oleh Gubernur Isran Noor di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (8/9/2021) lalu.

Yulia, yang dipercaya menahkodai FPDK periode 2021-2023, bahkan tak berhenti mengumbar senyum kepada seluruh tamu undangan yang menyampaikan selamat kepadanya dan seluruh pengurus. "Alhamdulillah sangat senang sekali, bangga, dan terharu, Pak Gubernur langsung yang mengukuhkan, padahal kami tahu beliau pasti sibuk sekali, tapi mau meluangkan waktu mengukuhkan kami. Beliau mau memperhatikan kami-kami yang masih dan baru berjuang untuk menjadi lebih baik. Tapi sambutan dan apresiasi beliau sangat luar biasa," ucapnya terharu.

Pemprov Kaltim lanjutnya, sangat serius dan begitu memperjuangkan hak-hak difabel. "Enggak cuma omdo alias ngomong doang tapi bertindak secara nyata, berbuat yang terbaik dan mau memperjuangkan sampai ke level tertinggi sekalipun," kata wanita yang kali kedua dipercaya sebagai Ketua FPDK ini.

Dirinya pun berharap Gubernur Isran Noor sehat dan sukses selalu, serta tetap konsisten dengan segala komitmennya dalam terus mendukung difabel di Benua Etam. Budi Hardian, divisi humas FPDK Kaltim mengaku bangga dengan perhatian dab apresiasi yang diberikan Gubernur kepada mereka.

"Saya sangat bangga dengan Pak Gubernur yang telah mengukuhkan kami, bahkan beliau mengikuti stand up comedy saya, serta menikmati penampilan Netkre Band (band FPDK,red) hingga selesai dan bahkan meminta tambahan 3 lagu untuk dibawakan teman-teman,"ujar Budi. Perhatian Gubernur ini menjadi penyemangat tersendiri, lanjutnya untuk menghasilkan karya dan menjadi bagian dari pembangunan Kaltim yang berdaulat. Agustinul Manda dari teman tuli mengaku perhatian Gubernur sangat baik dan senang atas dukungan beliau terhadap kegiatan FPDK berjalan lancar.

"Semoga Pak Gubernur dapat segera menyediakan akses disabilitas khususnya untuk tuli, seperti akses pendidikan untuk tuli dijenjang perkuliahan, karena belum banyak yang menggunakan akses teks jadi tidak hanya akses Juru Bahasa Isyarat (JBI), termasuk akses teks juga diperlukan pada rambu-rambu lalulintas atau tempat-tempat umum lainnya,"harapnya. (pp)