Mahasiswa UMKT Samarinda Bikin Terobosan, Nanoemulgel Daun Inai Jadi Penyembuh Luka

Daun inai (Lawsonia Inermis Linn.) atau biasa kita sebut sebagai daun pacar kuku yang merupakan tumbuhan liar dan banyak terdapat di wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Di Samarinda, umumnya masyarakat menggunakan daun inai sebagai obat penyembuh luka, caranya dengan melumatkan daun kemudian ditempelkan langsung pada daerah yang terluka. Hal ini menginspirasi lima mahasiswa Farmasi UMKT, Jati Pratiwi (2019), Annisa Aulia (2018), Azzah Fatimah Zulfa (2018), Dede Reza Gunawan (2018), dan Defi Lusi Anggraeni (2018) yang didampingi oleh Dosen Farmasi Deasy Nur Chairin Hanifa untuk memanfaatkan daun inai sebagai terobosan baru penyembuh luka sayat dengan bentuk sediaan Nanoemulgel.

Penelitian ini dikembangkan melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset dan Eksakta (PKM-RE). Jati dan tim terus berupaya menggali potensi yang terkandung di dalam daun inai sebagai penyembuh luka. "Sampai saat ini esktrak daun inai masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karenanya kami berinisiatif, dan ternyata sukses," kata Jati.

Dikatakannya proses pembuatan nanoemulgel dimulai dengan pengambilan sampel dan diakhiri dengan pembuatan sediaan nanoemulgel. Nanoemulgel ini telah melalui tahapan pengujian seperti uji karakteris uji homogenitas, uji viskositas, dan uji keasaman (pH). Senyawa aktif yang terkandung dalam daun inai yaitu flavonoid, tannin, saponin, dan alkaloid yang mana semua senyawa mempunyai peran andil yang besar untuk menutup luka sayat pada kulit. "Luka sayat tertutup setelah 5 – 7 hari berdasarkan hasil uji in vivo pada model kelinci," katanya. Harapan selanjutnya Jati dan tim dapat terus mengembangkan formula tersebut sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. (**/ad)