Sisi sungai taman tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Kunjang, dipenuhi aneka pohon. Saat air surut, wujudnya menyerupai tepi pantai. Namun di balik itu ada empat buaya di sana.

 

SALAH satu dari buaya itu berukuran panjang sekitar 4 meter. Buaya-buaya tersebut kerap terlihat berjemur di ruang yang kosong, membuat kawasan tersebut berisiko. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani menceritakan telah mengetahui kondisi tersebut. Bahkan sempat menyaksikan beberapa kali. Awalnya, dia menerima informasi dari tim kontraktor pelaksana pembangunan taman sejak 2020.

 “Kami sih tidak ingin memindahkan mereka (buaya), karena itu habitatnya,” ucapnya, Kamis (16/9). Nantinya petugas keamanan yang menjaga taman, akan diminta mengingatkan para pengunjung taman agar berhati-hati ketika beraktivitas di jogging track sisi sungai. Titik itu diakuinya sengaja tidak diberi pagar pembatas dan menjadi area pejalan kaki agar bisa menikmati pemandangan sungai.

“Area itu sengaja kami pertahankan seperti aslinya, karena ada pohon rambai padi yang merupakan mangrove dan berfungsi menahan abrasi,” ucapnya.

Dikonfirmasi perihal keberadaan buaya di kawasan taman Jalan Slamet Riyadi, Rescuer Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Puji Mulyanto menuturkan, pihaknya belum mendengar informasi resmi tentang keberadaan buaya di sisi sungai taman tersebut.

Namun, jika memang benar adanya, pihaknya tidak bisa melakukan rescue atau tindakan penyelamatan. “Jika memang ada (buaya) tidak bisa dipindahkan, akan dibiarkan mengingat habitat buaya berada di sana,” ucapnya. Upaya preventif bakal ditempuh dengan memasang papan peringatan di tepi sungai, agar warga mengurangi aktivitas di jalur itu. Selain itu, mengedukasi pengawasan dan pengunjung agar tidak berinteraksi dengan hewan itu. “Nanti kami ke lokasi untuk memastikan kondisi di sana,” tutupnya. (dns/kri/k8)