SAMARINDA–Sekitar 2.500 guru dan tenaga kependidikan (GTK) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19 karena comorbid, secara bertahap terus didorong agar bisa mendapatkan suntikan vaksin.

Hal tersebut untuk mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), di mana minggu depan atau Senin (20/9), sebanyak 54 sekolah akan memulai pembelajaran luring. Kepala Disdik Samarinda Asli Nuryadin menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan 54 sekolah untuk memulai PTM minggu depan atau Senin (20/9). Selanjutnya akan dilakukan evaluasi harian hingga mingguan untuk memantau perkembangan penyebaran Covid-19 di tingkat sekolah. “Harapannya kondisi stabil, dua minggu selanjutnya akan diajukan kembali ke wali kota Samarinda untuk penambahan jumlah sekolah. Persetujuannya bergantung arah kebijakan kepala daerah,” ungkapnya.

Dia menerangkan dalam pelaksanaan evaluasi, pihaknya mengandalkan tim satgas yang telah dibentuk di tiap sekolah yang diketuai oleh kepala sekolah dan beranggota GTK. Selain itu, orangtua siswa turut dilibatkan untuk memantau.

“Nanti juga dibantu satgas kecamatan dan kelurahan termasuk puskesmas setempat sehingga pelaksanaan PTM bisa berjalan sesuai yang diharapkan, kasus terkendali dan anak-anak bisa nyaman belajar di sekolah maupun daring,” ucapnya.

Dia menambahkan, selain mempersiapkan fasilitas dan pengelolaan sekolah berbasis protokol kesehatan, vaksinasi bagi GTK dan siswa juga terus dikejar. Salah satunya agenda vaksinasi massal di auditorium SMP 1, Jumat (17/9) yang diikuti siswa dua sekolah. Yakni SMP 4 dan SMP 5 sekitar 1.250 siswa, serta ribuan GTK yang belum divaksinasi.

“Besok (hari ini) juga kami berencana memvaksin siswa sekitar 2.000 siswa dari beberapa sekolah antara lain SMP 38, SMP 7, dan SMP 29,” ucapnya. Tidak sampai di situ, Selasa (21/9) mendatang akan disalurkan lagi sekitar 4.000 dosis vaksin bagi siswa di beberapa sekolah lagi yakni SMP 3, SMP 46, SMP 16, SMP 34, SMP 35 dan MTs. Bahwa pada agenda tersebut merupakan bantuan vaksin dari Kadin Kaltim serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim.

“Kami mengapresiasi berbagai pihak untuk membantu percepatan vaksinasi bagi siswa. Jika memang ada pihak lain yang membantu maka kami akan menyiapkan siswanya,” tutup dia. (dns/kri/k8)