MUSIM ini adalah musim bagi striker AS Roma Tammy Abraham dan bek tengah AC Milan Fikayo Tomori sama-sama berkarier di tanah Italia. Dua pemain usia sebaya (23 tahun) itu datang dari Chelsea. Tomori sejatinya sudah berkiprah musim lalu (bergabung pada Januari), tetapi baru musim ini dipermanenkan.

Tammy maupun Tomori sudah kenal lama. Mereka sama-sama alumni akademi Chelsea dengan masuk seperti saat masuk ke Serie A. Tomori setahun lebih awal. ”Saya sangat gembira ketika dia juga datang ke sini (Serie A). Kami bisa kembali ngobrol nyaris setiap hari,” tutur Tomori kepada Sempremilan.

Tomori yang setengah musim berpengalaman main di sepak bola Italia tak pelak menjadi mentor bagi Tammy. Sama seperti di akademi Chelsea dulu. Tapi, mereka sama-sama promosi ke tim utama pada musim yang sama (2016–2017).

Bukti lain kekompakan Tammy dan Tomori saat masuk ke tim senior adalah kala mencatatkan nama di papan skor. ”Saya masih ingat ketika menciptakan gol pertama saya untuk Chelsea setelah naik ke tim senior dan dia (Tammy) juga berhasil menciptakan hat-trick. Hari itu menjadi hari terindah dalam karier kami di Chelsea,” kenang Tomori.

Yang dimaksud Tomori adalah matchweek kelima Premier League 2019–2020. Kala itu Chelsea yang masih dinakhodai Frank Lampard mengalahkan Wolverhampton Wanderers 5-2 di Molineux Stadium.

Melihat situasi saat ini, Tammy maupun Tomori juga sukses mengesankan pelatih masing-masing. Tammy dipuji allenatore AS Roma Jose Mourinho sebagai striker yang pantas dibeli mahal (EUR 40 juta atau setara dengan Rp 669 miliar). Sementara itu, Tomori yang semula menjadi cadangan Alessio Romagnoli dan Simon Kjaer malah memusingkan allenatore AC Milan Stefano Pioli. Sebab, performa apik Tomori malah membuat Romagnoli dan Kjaer yang bersaing mendampinginya. (ren/c19/dns)