MANCHESTER – Fans Manchester City di Etihad Stadium pertengahan pekan lalu (16/9) sudah pasti terhibur dengan jalannya pertandingan. Sembilan gol tercipta saat Cityzens mengalahkan runner-up Bundesliga RB Leipzig (RBL) 6-3 dalam start Liga Champions musim ini.

Sayangnya, masih ada cela di mata tactician Cityzens Pep Guardiola. Bukan performa anak asuhnya, melainkan pemandangan tribun stadion. Pep merasa kehadiran 33.062 fans Cityzens dianggap masih kurang. ”Emptyhad”. Begitu judul nyinyir dari media-media Inggris mengacu keluhan Pep.

Jumlah fans lawan RBL memang masih di bawah laga kandang pertama Cityzens di Premier League melawan Norwich City (21/8). Kala itu, 51.437 penonton memadati Etihad Stadium.

Karena itu, Pep berharap makin banyak suporter yang datang ke Etihad Stadium saat Cityzens menjamu Southampton FC malam nanti (siaran langsung Mola TV pukul 21.00 WIB). ”Saya senang andaikan lebih banyak fans yang datang pada Sabtu nanti (melawan Southampton FC, Red). Kami butuh mereka,’’ tutur Pep kepada Manchester Evening News.

”Jadi, saya mengundang semua fans untuk datang jam 3 sore (waktu setempat, Red) pada Sabtu untuk menonton pertandingan,’’ imbuh Pep seolah berpromosi.

Seorang pelatih dengan nama besar sampai harus mengemis kepada fans untuk datang ke stadion tentu ironi bagi Pep. Sesuatu yang tidak pernah, bahkan mungkin tidak perlu, dilakukan Sang Filsuf ketika menangani FC Barcelona maupun Bayern Muenchen. Ketimbang dua klub itu, Cityzens memang tidak punya basis fans yang besar.

Atas keluhan Pep, kelompok suporter Cityzens melalui Sekjen Kevin Parker memberikan reaksi negatif. Menurut Parker, laga yang dimainkan tengah pekan adalah alasan tidak melimpahnya fans City di Etihad Stadium saat lawan RBL. ”Lebih baik dia (Pep) mengurusi taktik saja,” kata Parker.

Sementara itu, versi Eurosport, fans City lebih antusias menonton laga kandang di Premier League ketimbang di Liga Champions karena lebih percaya diri. Di Premier League, Cityzens tiga kali juara dalam lima musim era Pep. Di Liga Champions? Pep nyaris mempersembahkan juara musim lalu alias Cityzens harus kalah oleh Chelsea di final. (ren/c6/dns)