LIVERPOOL – Hanya dalam waktu kurang dari sepekan, Liverpool FC (LFC) bakal memiliki dua centenary. Setelah wide attacker Mohamed Salah melakukannya ketika melawan Leeds United pada matchweek keempat Premier League (12/9), malam ini (18/9) giliran wide attacker lainnya, Sadio Mane. Kans itu tersaji saat LFC menghadapi Crystal Palace pada matchweek kelima di Anfield (siaran langsung Mola TV pukul 20.30 WIB).

Centenary ala Supermane –julukan Mane– berbeda dari Salah. Mane kini memiliki 99 gol di semua ajang. Sementara itu, yang dilakukan Salah pekan lalu, yakni centenary, hanya di Premier League. Dari 100 gol Salah tersebut, 98 bersama LFC dan dua lainnya ketika berkostum Chelsea pada 2013–2015.

Kebetulan, kondisi Mane sedang fit. Itu disebabkan dia yang hanya jadi pengganti pada matchday pertama fase grup Liga Champions melawan AC Milan (16/9). Tactician The Reds Juergen Klopp lebih memilih Divock Origi yang jadi starter mendampingi Salah dan Diogo Jota di lini depan. Mane baru masuk pada menit ke-63 menggantikan Origi.

Hal itu sempat memantik asumsi bahwa Mane yang mulai ditepikan pelatih asal Jerman tersebut. Padahal, fisiknya prima. Itu terlihat sejak musim lalu dengan Mane yang mengemas 16 gol. Produktivitas terendahnya sejak musim debut 2016–2017 saat membukukan 13 gol. Padahal, pemain 29 tahun tersebut juga tidak terkendala cedera serius. Yang paling mencolok hanya positif Covid-19 pada dua pekan awal Oktober 2020.

”Aku yakin dia (Mane) akan mencapainya (100 gol untuk LFC, Red) karena dia selalu siap di segala kondisi (baik starter maupun cadangan). Itu (100 gol untuk LFC) akan sangat menyenangkan jika diraihnya besok (malam ini),” papar Klopp kepada Liverpool Echo.

Mantan pelatih Borussia Dortmund itu memang harus memaksimalkan Mane malam ini sebagai starter. Apalagi, predikat 100 golnya nanti juga memorable. Yakni, untuk menjadikan Mane sebagai pemain LFC ke-18 yang mencetak 100 gol bagi rival sekota Everton itu.

Di sisi lain, jika mencetak gol ke gawang Palace nanti malam, Mane jadi pemain pertama dalam sejarah Premier League yang mampu menjebol lawan yang sama dalam sembilan pertemuan beruntun. Ya, Palace merupakan lawan kesukaan Mane dalam kariernya. Dari 14 pertemuan di semua ajang, dia mencetak 12 gol. Melebihi semua lawan yang pernah dihadapinya. (io/c13/dra)

 

 

 

line-up (logo premier league)

 

Liverpool FC (4-3-3): 1-Alisson (g); 66-Alexander-Arnold, 4-Van Dijk, 32-Matip, 26-Robertson; 3-Fabinho, 14-Henderson (c), 6-Thiago; 11-Salah, 20-Jota, 10-Mane

Pelatih: Juergen Klopp

 

Crystal Palace (4-3-3): 13-Guaita (g); 2-Ward, 16-Andersen, 6-Guehi, 3-Mitchell; 18-McArthur (c), 8-Kouyate, 23-Gallagher; 9-Ayew, 22-Edouard, 11-Zaha (c)

Pelatih: Patrick Vieira

 

Asian Handicap: 0:2