JAKARTA – Aksi pembakaran fasilitas publik oleh kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, terus ditangani. Pasukan gabungan TNI dan Polri yang mengejar mereka memastikan telah menembak mati seorang komandan operasi KKTB.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menjelaskan, baku tembak itu terjadi Senin (13/9), saat tim gabungan menyisir Kiwirok. Saat terdeteksi, KKTB menyerang dengan tembakan yang dibalas oleh pasukan gabungan. ’’Baku tembak pun terjadi,’’ ujarnya dalam rilis (17/9).

Dalam aksi itu, tim gabungan memastikan melumpuhkan satu anggota KKTB hingga tewas. Lalu, dua anggota KKTB terluka tembak. ’’Petugas dapat mengidentifikasi bahwa dari KKTB, yang meninggal adalah Elly M. Bidana yang mengklaim sebagai komandan operasi KKTB Ngalum-Kupel,’’ jelasnya.

Namun, anggota KKTB lain membawa kabur jenazah Elly. Dua anggota KKTB yang terluka juga melarikan diri saat dikejar petugas. ”KKTB ini kemungkinan masih berada di Distrik Kiwirok,” tuturnya.

Dia mengatakan, KKTB pada Senin (13/9) dan Selasa (14/9) membakar fasilitas publik. Di antaranya, puskesmas, bank, dan rumah warga. Selain Kiwirok, pembakaran itu terjadi di Distrik Okhika.

’’Pelayanan publik masih terdampak pembakaran itu,’’ ujarnya.

Aksi tersebut, kata Kamal, terjadi di dua distrik terjauh Pegunungan Bintang. Kabupaten dengan luas 15.863 km persegi itu memiliki 34 distrik. Namun, hanya ada enam pos polisi. ”(Terdapat) tiga polsek dan tiga polsubsektor. Tentunya pelayanan belum maksimal dirasakan warga,” ujarnya.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua mengecam tindakan KKTB tersebut. Sebab, ada satu tenaga kesehatan yang meninggal akibat aksi mereka di Kiwirok. Ketua IDI Wilayah Papua dr Donald Aronggear SpB(K) mendesak gubernur Papua untuk menjamin keamanan dan keselamatan nakes.

Menurut dia, seluruh pihak terkait harus terlibat menjaga keamanan nakes yang menjalankan tugas. Gugurnya nakes di pedalaman Papua sangat berdampak pada warga yang membutuhkan bantuan kesehatan. ”Terutama di tengah situasi pandemi saat ini,” katanya pada konferensi pers virtual.

Ucapan dukacita juga datang dari Kementerian Kesehatan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati juga meminta jaminan keselamatan para nakes yang menjadi garda terdepan layanan kesehatan masyarakat.

’’Kami sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi sehingga Saudari Gabriela Meilan gugur dalam melaksanakan tugas,’’ ujarnya. (idr/lyn/c7/bay)