PENAJAM- Pengumpulan uang koin dari masyarakat yang dikoordinasi oleh empat tokoh pemuda pada empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga kemarin masih terus berjalan. Koin-koin dikumpulkan untuk selanjutnya akan disumbangkan ke Pemkab PPU, menyusul terjadinya defisit pada APBD 2021 sekira Rp 700 miliar.

“Kami masih terus bergerak mengumpulkan koin-koin masyarakat. Kendati kami saat ini mendapatkan teror dari orang tak dikenal terkait pengumpulan koin-koin ini,” kata Koordinator Pengumpulan Koin Wilayah Penajam, PPU Amiruddin, (17/9). Ia mengatakan, secara khusus bukan dirinya yang diteror. Namun, ia menerima informasi valid ada koordinator pengumpulan koin di luar Kecamatan Penajam telah ditelepon berisi ancaman buntut dari aksi pengumpulan koin itu. Informasi yang dia terima teror menyasar istri salah satu koordinator.

 “Istrinya diteror akan ditabrak saat berangkat ke kantor,” tutur Amiruddin. Ia menegaskan, gerakan pengumpulan koin murni partisipasi dan gerakan moral. Ia menampik anggapan gerakan tersebut ditunggangi oleh kepentingan politik. “Memangnya kepentingan politik siapa? Tidak ada itu,” katanya.  

Gunawan, koordinator pengumpulan koin di Kecamatan Babulu, PPU, kemarin menginformasikan terus bergerak mengumpulkan koin dari rumah ke rumah masyarakat. Ia menargetkan bisa mengumpulkan setidaknya dua atau tiga galon air mineral penuh koin. Apabila sudah terkumpul segera diserahkan ke pemkab.

“Kemungkinannya penyerahannya langsung ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU. Kami juga tidak terganggu oleh munculnya aksi teror dari orang tak dikenal, karena gerakan kami murni keprihatinan,” kata Gunawan. Pengumpulan uang koin juga masih berlanjut di Kecamatan Waru, PPU yang dikoordinasi Eko Cahyo Riswanto, dan Muhammad Hatta, koordinator pengumpulan koin di Kecamatan Sepaku, PPU. Keduanya segera menyerahkan koin-koin yang dikumpulkan dari masyarakat setelah target tercapai.

“Kami masih terus bergerak ini,” kata Eko Cahyo Riswanto yang menamai gerakannya itu sebagai Aliansi Masyarakat Peduli PPU. Pengumpulan koin sejauh pemantauan media ini, menjadi trending topik di lingkungan masyarakat PPU. Sejumlah grup WhatsApp menjadikan gerakan ini sebagai pembahasan dan diskusi. Berbagai pendapat juga berseliweran pada status media sosial seperti Facebook yang mendapatkan opini beragam. Pro dan kontra.

 Seperti diberitakan, Aliansi Masyarakat Peduli PPU menyatakan aksi pengumpulan koin peduli PPU, menyusul terjadinya defisit hampir Rp 700 miliar pada tahun anggaran 2021 ini. Koin-koin segera dikumpulkan dari rumah ke rumah oleh sekelompok pemuda yang berpusat di Kecamatan Waru, PPU. (ari/rdh/k16)