Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana pemindahan ibu kota provinsi. Sebelumnya, anggota Komisi II DPR RI Aus Hidayat Nur mengatakan, pemindahan ibu kota provinsi Kaltim dari Samarinda ke Balikpapan untuk lebih memudahkan koordinasi pemerintahan. Karena jarak ibu kota provinsi dengan calon IKN baru yang nantinya berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) relatif dekat dengan Kota Balikpapan.

“Jadi tidak sulit secara untuk koordinasi (pemerintah) provinsi dan (pemerintah) pusat di ibu kota negara. Jangan sampai, Balikpapan hanya sebagai tempat untuk lewat saja. Makanya lebih bagus, kalau ibu kota provinsi di Balikpapan,” usul dia, saat ditemui Kaltim Post, beberapa waktu lalu.

Alasan lainnya, menurut politikus PKS ini, secara infrastruktur. Usulan itu menuai respons positif dari Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Dia menyebut tidak hanya ibu kota provinsi, Kota Balikpapan juga disebutnya siap jika ditunjuk menjadi IKN.

“Jangankan jadi ibu kota provinsi, jadi ibu kota negara saja kami siap,” kelakarnya saat ditemui Kaltim Post di Kantor Pemkot Balikpapankemarin. Walau begitu, ketua DPD II Partai Golkar Balikpapan ini belum mendengar secara resmi mengenai wacana yang dilontarkan anggota Komisi II DPR RI. Sehingga menyerahkan keputusan finalnya kepada pemerintah pusat maupun Pemprov Kaltim.

“Kita serahkan saja lah kepada yang berwenang memutuskan masalah ini. Dan kita tidak usah terlalu jauh, mengenai hal ini,” katanya. Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh juga menyambut baik. Akan tetapi, dia tidak terlalu berekspektasi tinggi. “Kami mempersilakan kepada stakeholder yang berwenang mengenai itu. Mau dipindah oke, enggak dipindah, juga enggak masalah. Tetapi kalau pun dipindah ya alhamdulillah,” katanya. Sekretaris DPD II Partai Golkar Balikpapan menilai, Balikpapan paling siap jika dipilih menjadi ibu kota provinsi. Karena semua fasilitas berada di Balikpapan.

Seperti pelabuhan laut, bandara internasional, dan kantor perwakilan pejabat pemerintah pusat juga kebanyakan berada di Kota Balikpapan. Dari sudut pandang itulah, dia menilai Kota Balikpapan memenuhi syarat sebagai ibu kota provinsi. Berbeda dengan kabupaten/kota lainnya di Kaltim. “Karena saya sebagai warga Kota Balikpapan dan melihat fasilitas yang ada. Makanya, selama ini yang paling siap adalah Balikpapan. Dan sangat setuju sekali dengan wacana itu. Tapi itu kan sebatas harapan,” pungkas dia. (kip)