Hampir dua pekan beberapa titik di ibu kota Kaltim tergenang. Kedalamannya pun beragam. Dari 20 sentimeter hingga lebih 1 meter. Ada yang terpaksa mengungsi, ada pula yang memilih bertahan. Korem 091/ASN yang terlibat dalam penanganan banjir Samarinda menggelar komunikasi sosial, bertajuk mengawal keutuhan dan kemajuan bangsa dalam bingkai NKRI.

 

MENANGANIbanjir memang bukan semudah membalikkan telapak tangan. Peliknya permasalahan Samarinda coba dibahas jajaran Korem 091/ASN bersama Pemkot Samarinda dan relawan.

Eko Wahyudi yang merupakan anggota Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia area Kaltim memaparkan, menangani banjir bukan hanya tugas pemerintah. Keterlibatan masyarakat sejatinya juga sangat diperlukan. “Karena ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu terjadinya banjir. Sebenarnya, kawasan Vorvo (Simpang Mal Lembuswana) itu paling mudah ditangani, dan sekarang pemerintah memang sedang berproses untuk mengurangi intensitas banjir,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro mengungkapkan, pihaknya memiliki satu program rutin, per semester melaksanakan komunikasi sosial. Mengangkat tema yang menjadi perhatian di seputaran Korem 091/ASN (Samarinda), dan masalah yang ada saat ini tentang banjir. Kami dengan kemampuan yang ada selalu mendukung pemerintah untuk bisa membantu maksimal, paling tidak menyadarkan masyarakat lewat orang per orang atau melibatkan babinsa dalam membudayakan hidup bersih dan disiplin, dan hal itu bisa mengurangi masalah yang ada saat ini,” terangnya.

Seiring penanganan SKM, ada karya bhakti yang dilakukan jajarannya bersama Pemprov Kaltim, terutama pinggiran SKM. “Sebenarnya masyarakat yang bisa merasakan langsung program yang sudah dikerjakan, dan tentunya berusaha mengurangi dampak banjir,” jelasnya.

Dalam menghadapi setiap bencana, secepat mungkin bisa membantu masyarakat, baik itu banjir dan musibah lainnya. “Termasuk bergerak bersama relawan yang ada di Samarinda. Kami bahkan hormat dengan teman-teman relawan yang selalu siap selama 24 jam yang turut membantu warga,” tegasnya.

 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso mengungkapkan, bicara penanganan banjir di Samarinda, tentu sudah jadi harapan bersama. Ada beberapa faktor yang memang harus jadi perhatian bersama.

“Kalau bicara Benanga dan SKM, itu untuk pengendalian banjir berbasis daerah aliran sungai. Pemkot juga terus berproses mengurangi dampak banjir dengan lahan sungai mati, dan penyelesaian memang ada masalah sosial. Soal anggaran sudah siap, diharapkan target penanganan banjir di Jalan DI Panjaitan dan Mugirejo bisa lebih cepat surut seiring pemanfaatan sungai mati,” kuncinya. (dra/k8)