Kucuran Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim mengalir dalam proyek pembangunan drainase di Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, yakni senilai Rp 6,6 miliar.

 

SAMARINDA–Rencananya saluran sepanjang 100 meter akan dibangun mulai sisi Sungai Karang Mumus (SKM) menuju simpang Mal Lembuswana.

Kasi Pembangunan Jaringan Sumber Air Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Darmadi mengatakan, saat ini proyek tersebut masuk tahap lelang di Bagian Pengadaan Barang Jasa (BPBJ) Pemkot Samarinda. Dia menargetkan paling lambat awal Oktober pemenang tender sudah terpilih, dan menandatangani proyek, sehingga segera dikerjakan. “Waktu efektif tersisa sekitar 90 hari kerja hingga akhir tahun, semoga bisa berjalan sesuai jadwal,” ucapnya dikonfirmasi Kamis (16/9).

Dia menjelaskan, untuk spesifikasi drainase yakni memiliki panjang 100 meter dengan lebar 5 meter, dan kedalaman sekitar 2 meter, tebal beton bertulang sekitar 40 cm, dengan kualitas mutu beton K-300, sehingga saluran eksisting nantinya bisa dilintasi kendaraan berat. Sedangkan titik dimulainya pembangunan (STA-0) diambil dari sisi SKM dekat rumah pompa melintasi Taman Cerdas hingga ke depan rumah jabatan wali kota, karena jalur itu paling aman dan minim utilitas, sehingga pekerjaan lebih mudah serta minim risiko.

“Pintu air akan dilebarkan, menyesuaikan lebar drainase. Saluran akan dibuat agak melengkung ke badan jalan, karena mempertahankan taman di depan rumah jabatan wali kota. Saluran akan memakan separuh badan jalan. Tetapi dengan spesifikasi yang ada, aman untuk kendaraan besar,” ucapnya.

Namun, anggaran tersebut belum bisa menyelesaikan permasalahan banjir, karena saluran yang terbangun hanya 100 meter, sementara panjang jalan dari sisi SKM menuju Mal Lembuswana sekitar 500 meter. Artinya butuh anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk bisa menyelesaikan saluran hingga ke crossing drainase di simpang Mal Lembuswana.

“Belum lagi berbicara utilitas seperti tiang listrik atau telepon, pipa air hingga masalah jembatan layang untuk pejalan kaki, pasti ada perlakuan khusus. Anggarannya juga pasti lebih besar,” tutupnya. (dns/dra/k8)