Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut cakupan vaksinasi dosis 1 di Kaltim baru 31,78 persen atau 913.595 penduduk dan dosis 2 sebesar 18,73 persen (538.418 penduduk) dari target sasaran vaksinasi sebanyak 2.874.401 penduduk. Menurut Isran, Kaltim siap baik untuk fasilitas vaksinasi maupun tenaga kesehatan untuk vaksinasi, namun karena memang stok vaksin belum mencukupi. 

"Waktunya ada, tetapi vaksinnya tidak ada. Pemprov dan pemkab dan pemkot berterima kasih atas kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan pihak-pihak terkait, seperti TNI dan Polri dengan kegiatan serbuan vaksinasi, perusahaan swasta, BUMN/BUMD, perbankan, organisasi profesi, ormas hingga yayasan dan komunitas keagamaan. Karena ini sangat membantu dalam upaya percepatan realisasi cakupan vaksinasi, sehingga sesegera mungkin bisa terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di wilayah Kaltim, sebagaimana standar dari WHO, yaitu minimal 70-80 persen dari jumlah penduduk," pungkas Isran. 

Walau sudah divaksin, Isran kembali mengingatkan warga untuk tetap taat pada protokol kesehatan. "Jangan abai, karena protokol kesehatan ini utama," tegasnya.

Sementara itu vaksinasi di Berau mulai menyasar pelajar. Seperti yang dilakukan Polres Berau, (15/9). Wakapolres Berau Kompol Ramadhanil, mengatakan kegiatan vaksinasi yang dilakukan kali ini sebanyak 750 dosis. 500 diantaranya disiapkan untuk para pelajar yang menyasar SMKN 1 Berau.

"Pemberian vaksinasi selanjutnya ada 250 dosis untuk pelajar MAN," ujarnya kepada awak media saat meninjau kegiatan di Gedung Widargo Polres Berau. Lanjut Ramadhanil menjelaskan, untuk pelaksanaan kali ini pihaknya sengaja fokus menyasar pelajar-pelajar tingkat SMA/sederajat. Itu juga melihat tingkat kasus Covid-19 di Berau yang mulai melandai, serta persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).  "Jika nanti ada jumlah dosis vaksin lagi yang masuk, rencana akan kita laksanakan lagi ke pelajar-pelajat tingkat SMA/sederajat," tegasnya.

Melihat animo masyarakat dan persiapan PTM tentu ke depan pihaknya akan prioritaskan untuk para pelajar tingkat SMA/sederajat, baik vaksin dosis satu maupun dosis dua. "Jenis vaksin yang diberikan saat ini ke pelajar vaksin Sinovac," terangnya.

"Ini salah satu persiapan untuk mendukung Dinkes Berau jika nanti proses belajar mengajar tatap muka sudah mulai diterapkan. Makanya kita mulai menyasar sasar pelajar di Kabupaten Berau," bebernya. Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi mengaku dosis vaksin memang akan diterima Pemkab Berau untuk menambah ketersediaan  vaksin. Seperti OJK, Apindo, pihak perusahaan sawit. Sebelumnya Ia juga mengatakan, akan mendorong para pengajar untuk divaksin lebih dulu. Termasuk para pelajarnya. Harapannya guru maupun pelajar bisa memanfaatkan serbuan vaksinasi yang masuk di Kabupaten Berau. Selama itu diperuntukkan untuk masyarakat umum.

"Untuk vaksinasi khusus pelajar sudah dipastikan September ini, tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja lagi," kata Iswahyudi. (pro)