PENAJAM - Beberapa hari terakhir ini beredar video di tengah masyarakat yang menggambarkan ruangan sebuah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Penajam Paser Utara (PPU) yang rusak. Tampak plafon berjatuhan dan berserakan di sebuah ruangan puskesmas tersebut.

Sejauh penelusuran media ini, puskesmas yang ada di video tersebut adalah Puskesmas Rawat Inap Semoi II, Kecamatan Sepaku, PPU. “Iya, plafon runtuh. Kejadiannya mulai minggu lalu, bertahap,” kata Kepala Dinas Kesehatan PPU Jansje Grace Makisurat saat dikonfirmasi media ini kemarin.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Rawat Inap Semoi II, Muin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan ruangan poli pemeriksaan ambruk pada Rabu (15/9) pagi. Ia berharap plafon yang jatuh itu bisa segera diperbaiki.

Ia menyatakan, bangunan Puskesmas Rawat Inap Semoi II itu dikerjakan tahun lalu dan sudah ditempati untuk sarana melayani kesehatan masyarakat. Video yang beredar itu diambil dari media sosial Facebookdengan ID Maryadi Veigo.

Ada narasi melengkapi video tersebut: ini salah satu contoh kontraktor nakal banyak dana dikorupsi, bangunan puskesmas baru diserahterimakan baru seumur jagung sudah pada bocor, plafon pada rontok. Bahaya mengintai para pegawai maupun pasiennya. Semoga pihak terkait segera menangani hal tersebut sebelum ada korban.

Dalam video tersebut, terdengar suara perempuan yang mengatakan, “ya Allah kasihannya ruanganku. Pindah dua kali ruangan dokter, ambruk lagi. Kayak mana ini membangunnya, ya. Yaa, saya mau ambil berkas saya nih. Yaa, hancur sudah. Semoga petugas diparingi selamet (diberi keselamatan),” ujarnya.

Namun, saat media ini melakukan cek ke Facebook Maryadi Veigo, video tersebut sudah tidak ditemukan lagi di sana. Berdasarkan laman Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten PPU, Puskesmas Rawat Inap Semoi II ini dengan nama tender Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Kantor, Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Semoi II tanggal 24 April 2020.

Nilai pagu paket pada proyek ini tercantum Rp 7.623.449.276,00. Sumber anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020. Peserta lelang 17 perusahaan, dimenangkan oleh perusahaan di Samarinda.

Sejumlah keterangan yang dihimpun harian ini, lepasnya plafon dan berjatuhan ke salah satu ruangan puskesmas itu akibat hujan deras. Di samping itu, timbul dugaan kualitas pekerjaan yang tidak maksimal. “Saya rasa ada air hujan yang rembes dan mengalir ke plafon, sehingga membuat plafon terlepas dan jatuh ke ruangan,” kata Jansje Grace Makisurat.

Menurut mantan direktur RSUD Aji Putri Botung PPU itu, sejatinya pekerjaan di Puskesmas Rawat Inap Semoi II itu belum tuntas. Dijelaskannya, hingga kini masih ada lantai dua yang belum terbangun. Belum tuntas pembangunannya malah sudah rusak? “Begono, deh. Pokoknya pusingnya di saya gitu aja,” katanya, bercanda. (ari/kri/k16)