Nantinya, jalan tol sepanjang 47 kilometer itu akan dimulai dari Bandara SAMS Sepinggan, lalu terhubung ke Kilometer 11 Seksi 1 Tol Balsam dan Jembatan Pulau Balang.

 

BALIKPAPAN–Perjalanan dari Balikpapan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ibu kota negara (IKN) baru akan dipersingkat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyusun kajian pembangunan ruas tol baru. Menghubungkan Bandara SAMS Sepinggan dengan KIPP IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Jika melintasi jalan tol yang direncanakan sepanjang 47 kilometer itu, jarak tempuh dari Balikpapan ke IKN hanya 30 menit. Kajian penyusunan tol alternatif itu sedang dirampungkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR. Berdasarkan kajian sementara, dari Bandara SAMS Sepinggan akan dibangun jalan pintas menuju Seksi 5 Tol Balikpapan Samarinda (Balsam) di Manggar. “Jadi tidak melewati Jalan Mulawarman, ada shortcut (jalan pintas) yang tembus di Km 4,5 (Tol Balsam). Enggak lewat gerbang tol (Manggar),” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Junaidi kepada Kaltim Post, kemarin (15/9).

Dia menjelaskan, nantinya jalan tol sepanjang 47 kilometer itu dimulai dari Bandara SAMS Sepinggan menuju Km 4,5 yang terhubung ke Km 11 (Karang Joang/Seksi 1 Tol Balsam). Setelahnya, akan dihubungkan ke Jembatan Pulau Balang, hingga tembus ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. “Nanti akan tersambung dengan Jembatan Pulau Balang. Ada interchange-nya (simpang susun). Ada sayapnya nanti di Jembatan Pulau Balang,” ungkap Junaidi. Mantan kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi ini menuturkan, kajian perencanaan tol alternatif menuju IKN, membutuhkan perencanaan selama setahun. Sehingga, belum diketahui kebutuhan anggaran pembangunan tol sepanjang 47 kilometer itu.

“Setelah desain jadi, baru ketahuan kebutuhan anggarannya. Mudah-mudahan, tahun depan kajiannya sudah selesai. Yang penting adalah mengidentifikasi kendalanya dan daerah rawan yang akan dilewati tol. Karena, harus membuat jalur baru. Kalau tol itu jadi, bisa setengah jam (30 menit) saja, dari Bandara (SAMS Sepinggan) ke Sepaku,” jabar pria berkacamata ini. Junaidi memperkirakan, pembangunan tol baru tersebut membutuhkan tiga tahun pengerjaan. Jika dihitung dari waktu, selesainya pengerjaan kajian dan desain yang diharapkan tahun depan, tol alternatif itu bisa rampung pada 2025. Akan tetapi, jadi tidaknya pembangunan tol itu, tetap menunggu disahkannya Undang-Undang (UU) tentang IKN.

“Saya kira pembangunannya, 3 tahun bisa kelar. Karena pembangunan jembatannya (simpang susun di Jembatan Pulau Balang) yang akan lama. Karena nanti banyak overpass atau di atas rawa. Apalagi konturnya naik dan turun,” sebutnya. Mengenai pembangunan tol alternatif tersebut, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menuturkan, perencanaannya masih digodok di Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Bulan lalu, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono, menyempatkan mengunjungi sodetan akses jalan menuju IKN di Tol Balsam. Tapi bukan di Kilometer 11 seperti yang disampaikan Junaidi. Melainkan di Kilometer 14. Kepada presiden, Basuki mengungkapkan, Tol Balsam bisa langsung menuju IKN di Kecamatan Sepaku. "Sepanjang 52 kilometer dari Sepaku. Lebar (jalan saat ini) 7 meter. Sudah dicat kuning. Dari Balikpapan pasti cepat lebih dekat. Kawasan inti (kawasan inti pusat pemerintahan IKN baru) lebih didekatkan dengan Balikpapan," kata Basuki. Menteri PUPR menganalogikan, perjalanan dari Balikpapan ke Sepaku nantinya seperti dari Jakarta ke Bogor. (kip/riz/k8)