LANGKAWI – Langkawi dibuka. Distrik di Kedah, Malaysia, tersebut mulai hari ini (16/9) diperbolehkan menerima turis. Sementara yang boleh masuk baru turis domestik saja. Malaysia masih menutup pintu masuk internasionalnya. Ada dua syarat wajib jika ingin masuk objek wisata andalan negeri jiran itu, yakni sudah divaksin lengkap dua dosis dan memiliki bukti negatif Covid-19. ”Tesnya bisa PCR atau antigen,” ujar Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin seperti dikutip The Star.

Tes dilakukan sebelum keberangkatan dan hasilnya wajib ditunjukkan kepada petugas di bandara maupun pelabuhan. Penduduk juga bisa membeli alat uji Covid-19 mandiri dengan menggunakan air liur atau saliva. Syarat negatif Covid-19 ini berlaku untuk pelancong anak usia 7–17 tahun dan dewasa di atas 18 tahun. Khusus anak-anak usia 6 tahun ke bawah hanya menjalani pemeriksaan simtomatik.

Khairy menegaskan bahwa pemerintah sudah membuat berbagai pencegahan ekstra agar travel bubble di Langkawi tidak menjadi klaster penularan baru. Karena itu syarat masuknya ketat. Mereka yang negatif tapi ketahuan kontak dengan yang positif Covid-19 juga tidak boleh masuk lebih dulu. Masker, cuci tangan, dan jaga jarak juga wajib selama berada di wilayah yang dikenal dengan sebutan Permata Kedah tersebut. ”Saya harap penduduk bisa menikmati keistimewaan ini sembari beradaptasi dengan budaya kenormalan baru dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujarnya.

Saat ini pemerintah juga sudah menyiapkan pusat skrining drive-thru Covid-19 (DTC) di Mahsuri International Exhibition Centre (MIEC). Itu berjarak sekitar 200 meter dari Bandara Internasional Langkawi. DTC tersebut mampu menguji swab 5 ribu orang dalam sehari. Rencananya, DTC itu dioperasikan mulai bulan depan oleh MAJU Healthcare.

Wakil Ketua MAJU Group Mohd. Faiq Abu Sahid mengatakan, pusat skrining DTC tersebut dilengkapi laboratorium yang mampu memberikan hasil tes PCR dalam waktu satu jam. Dia juga menawarkan tes antigen dan tes antibodi. Itu akan menjadi layanan satu atap bagi penduduk Langkawi. ”DTC diharapkan dapat membantu pelaksanaan program MySAFE Langkawi guna menciptakan travel bubble yang aman di Langkawi dengan prosedur yang ketat dan operasi penanganan Covid-19,” jelasnya. (sha/c9/bay)