BERN – Menghadapi tim terlemah di grup saat mengawali Liga Champions musim ini semestinya dimaksimalkan oleh Manchester United. Apalagi, sang superstar Cristiano Ronaldo kembali membuka keran gol. Kenyataannya, United dipaksa takluk 1-2 oleh tuan rumah BSC Young Boys di Stadion Wankdorf, Bern, (15/9).

United memang mengakhiri laga dengan 10 pemain. The Red Devils sudah kehilangan bek kanan Aaron Wan-Bissaka lantaran kartu merah langsung pada menit ke-35. Masalahnya, respons taktik United setelah itu dianggap buruk. Bahkan, menuai kritik hingga hujatan.

Sararan tembak tentu saja tactician United Ole Gunnar Solskjaer. Menarik keluar winger Jadon Sancho dua menit setelah Wan-Bissaka diusir memicu pertanyaan. Seiring memasukkan bek kanan Diogo Dalot, Solskjaer cenderung memperkuat lini pertahanan.

Pilihan strategi yang absurd ketika setelah turun minum, Solskjaer kembali menambah bek, Raphael Varane, dengan menarik keluar gelandang Donny van de Beek. Itu sama artinya membuat Dalot lebih naik menyerang. ”Kalau begitu, kenapa menarik Sancho terlalu cepat?” kritik Manchester Evening News.

Perlu diingat, dua pergantian mubazir itu terjadi dalam situasi United unggul 1-0 via gol Ronaldo (13’). Artinya, Solskjaer mengesampingkan peluang mencetak gol kedua atau upaya melakukan killing the game dan lebih memilih untuk mempertahankan keunggulan.

Taktik cenderung bertahan itulah yang kemudian dimanfaatkan Young Boys untuk menekan dan berbuah gol penyama kedudukan (66’). Enam menit berselang, Solskjaer malah menarik semua senjata di lini serang dengan mengganti Ronaldo dan gelandang serang Bruno Fernandes. Uniknya, semenit sebelum waktu normal berakhir (89’), Solskjaer memasukkan striker Anthony Martial. Petaka United terjadi enam menit kemudian ketika gelandang Jesse Lingard memberi ”umpan” atas gol kemenangan Young Boys.

Mantan kiper United Peter Schmeichel termasuk yang menghujat pilihan pergantian pemain oleh Solskjaer. Khususnya ketika menarik Ronaldo dan menggantinya dengan Lingard. ”Pemain sekaliber Ronaldo harus terus berada di lapangan meski bermain dengan sepuluh pemain. Sebab, dia bisa melakukan hal yang menentukan hasil pertandingan,” tuturnya kepada Sky Sports.

Schmeichel sekaligus menyoroti keputusan Solskjaer mencadangkan Varane dan Mason Greenwood yang jadi starting XI kala United menang 4-1 atas Newcastle United empat hari sebelumnya (11/9). ”Ini adalah pertandingan pertama di Liga Champions yang seharusnya Anda tidak mengubah komposisi terbaik dari tim Anda,” tutur Schmeichel.

Mantan bek United yang juga pandit Rio Ferdinand turut memanaskan situasi dengan mendukung penghakiman untuk Solskjaer yang ramai disuarakan fans The Red Devils. Sebab, musim ini, skuad United sudah lumayan kompetitif untuk bersaing sebagai juara. ”Ole belum membuktikan sebagai pemenang sampai saat ini (memasuki musim keempat sebagai pelatih United, Red),” ucap Ferdinand di BT Sport. (io/dns)