JAKARTA- Pesawat maskapai Rimbun Air PK-OTW yang hilang berhasil ditemukan. Tim gabungan TNI dan Polri menemukan pesawat tersebut jatuh di perbukitan yang jaraknya hanya sekitar 800 meter dari bandara tujuan, Bandara Sugapa, Intan Jaya. Tiga orang kru dinyatakan tewas.

Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima Kemenhub, Pesawat berjenis DHC Twin Otter seri 300 tersebut lepas landas dari Badara Nabire sekitar pukul 06.40 WIT dengan tujuan Bandara Sugapa, intan Jaya. “Ini adalah pesawat Kargo yang waktu itu sedang mengangkut bahan bangunan,” jelas Adita kemarin (15/9)

Komunikasi terakhir AirNav Sugapa dengan pilot tercatat terjadi pukul 07.30 WIT. Kemudian pesawat dinyatakan hilang kontak 7 menit kemudian pada pukul 07.37 WIT. Pesawat tersebut diawaki tiga orang, yakni Haji Mirza sebagai pilot, Fajar sebagai copilot dan Iswahyudi sebagai teknisi.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menjelaskan, pencarian dilakukan oleh tim gabungan TNI dan Polri. ”Kasus kecelakaannya di Polres Nabire,” tuturnya.

Dalam pencarian yang dilakukan beberapa jam, akhirnya posisi pesawat tersebut diketahui. Dari foto yang didapatkan Jawa Pos, pesawat itu diduga jatuh di hutan. Dalam foto itu tampak sebuah badan pesawat yang telah hancur dengan posisi menghujam tanah.

Terlihat potongan sayap pesawat berserakan di dekat badan pesawat. Pesawat itu dipastikan Rimbun Air PK OTW yang hilang kontak. Kamal menjelaskan, lokasi pesawat Rimbun Air jatuh sekitar 800 meter dari bandara tujuan, Bandara Sugapa. ”Daerah jatuhnya perbukitan,” terangnya.

Untuk menuju titik jatuh pesawat itu hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor dan berjalan kaki. TNI dan Polri bersama pemuda gereja setempat sedang melakukan evakuasi. Dia menjelaskan, untuk tiga kru pesawat tersebut dipastikan tewas dalam kecelakaan. ”Ketiganya tewas,” ujarnya.

Untuk penyebab jatuhnya pesawat, hingga saat ini belum diketahui. Ada berbagai informasi miring terkait penyabab jatuhnya pesawat, salah satunya disebut karena tembakan dari kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB). Namun, informasi itu dibantah oleh Polda Papua.

Sampai kemarin malam, operasi pencarian dan penyelamatan Rimbun Air PK-0TW masih berlangsung. Kepala Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Timika George Leo Mercy Randang memastikan, tim gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Mereka juga telah mendapat gambar terakhir pesawat yang terbang dari Bandara Nabire menuju Bandara Sugapa itu.

Berdasar dokumen yang diterima oleh Jawa Pos kemarin, pesawat dalam keadaan hancur dan rusak berat. Badan pesawat tampak remuk dalam posisi tersangkut di antara pepohonan pada koordinat 3.44.45 S – 136.59.59 E. Dari dokumen itu pula, diketahui bahwa pesawat jatuh di hutan dengan medan yang cukup curam. Pesawat nahas gagal mendarat di Bandara Bilorai Sugapa itu diduga menabrak gunung setelah gagal mendarat di sekitar Bandara Sugapa.

Kepala Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Timika George Leo Mercy Randang menyatakan bahwa timnya sudah berhasil mencapai titik jatuh pesawat. Berdasar informasi yang dia terima, pilot, kopilot, serta teknisi yang ikut dalam penerbangan pesawat itu meninggal dunia. Hingga berita ini dibuat, jenazah pilot sudah berhasil dievakuasi ke Bandara Sugapa. Evakuasi dilaksanakan melalui jalur darat dengan bantuan Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi TNI - Polri.

Menurut Mercy, kondisi, medan, dan cuaca buruk menjadi kendala dalam evakuasi tersebut. ”Namun tim SAR dari Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi seluruh korban,” terang dia. Diakui oleh Mercy, jenazah kopilot dan teknisi pesawat yang mengangkut bahan bangunan dan logistik dari Nabire itu masih dalam proses evakuasi. Dia memastikan, pihaknya akan menyampaikan kepada publik apabila evakuasi sudah tuntas.

Selain menghadapi medan yang berat, tim SAR gabungan juga berkejaran dengan waktu. Mereka juga harus mengantisipasi potensi serangan Kelompok Separatis Teroris (KST). Mengingat Intan Jaya merupakan salah satu basis kelompok yang kerap berbuat onar tersebut. "Oleh karena itu, tim gabungan TNI dan Polri atau dari Satgas Nemangkawi terlibat langsung," terang Mercy. Total ada sepuluh personel Kantor SAR Timika yang di-back up oleh TNI dan Polri.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria membenarkan bahwa personel TNI ikut serta dalam operasi SAR Pesawat Rimbun Air PK-OTW. Dia memastikan, selain tiga orang kru, pesawat itu sama sekali tidak mengangkut penumpang lain. Sehingga evakuasi fokus kepada tiga kru tersebut. ”Evakuasi oleh Basarnas dibantu oleh aparat TNI - Polri di tempat lokasi jatuhnya pesawat tersebut,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Reza, mendapat informasi ada pesawat hilang kontak di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada pukul 07.22 WIT. Berdasar informasi itu, pesawat sempat berputar di atas Bandara Bilorai. Cuaca buruk memaksa pilot batal mendaratkan pesawat di bandara tersebut. Tidak berselang lama terdengar ledakan yang belakangan diketahui berasal dari pesawat itu. Operasi pencarian dan pertolongan pun segera dilakukan oleh tim gabungan.(idr/syn/tau)