Semangat Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menekan angka Covid-19 terus menggelora. Mulai membatasi kegiatan masyarakat agar tak memicu keramaian warga. Sekarang, Pemkab Kukar meminta penambahan dosis vaksin Covid-19.

 

TENGGARONG-Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah saat mengikuti rapat koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Penanganan Pandemi Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali.

Rakor ini digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI secara virtual, pekan tadi. Dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dihadiri secara virtual oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.

Bupati mengikutinya di Rumah Jabatan Bupati Kukar. Sementara Sekda Kukar Sunggono didampingi perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kukar mengikutinya di Kantor Bupati Kukar.

Airlangga Hartarto mengatakan, situasi pandemi di luar Jawa dan Bali telah menunjukkan perbaikan dari minggu ke minggu. Level situasi pandemi atau asesmen per 3 September menunjukkan pada tingkat provinsi terjadi perbaikan level asesmen selama periode PPKM.

Yakni provinsi level 4 dari 11 Provinsi pada 13 Agustus, menjadi 7 provinsi pada 20 Agustus dan menjadi 2 provinsi pada 3 September.

Sementara, pada tingkat kabupaten/kota, juga terjadi perbaikan level asesmen selama periode PPKM, dimana level tingkat 4 dari 132 kabupaten/kota pada 8 Agustus, menjadi 104 kabupaten/kota pada 20 Agustus. Sementara 3 September menjadi 48 kabupaten/kota, dan pada level tingkat 3 dari 215 kabupaten/kota pada 8 Agustus menjadi 234 kabupaten/kota pada 20 Agustus dan menjadi 218 kabupaten/kota pada 3 September.

Bupati Kukar Edi Damansyah saat mendapatkan kesempatan berbicara pada rakor tersebut mengatakan, selama penerapan PPKM, Pemkab Kukar telah melakukan penekanan indeks mobilitas dengan melaksanakan peningkatan operasi yustisi, dan pelaksanaan isolasi terpadu telah tersedia di 18 kecamatan hingga tingkat desa, serta percepatan vaksinasi sesuai arahan presiden saat mengunjungi Kaltim beberapa waktu lalu.

Namun, menurutnya, saat ini Satgas Covid-19 Pemkab Kukar masih memiliki tunggakan kekurangan vaksin Sinovac dosis dua sekitar 15 ribu, sementara untuk vaksin moderna yang telah didapat sebanyak 15 ribu saat ini telah disuntikkan pada masyarakat.

Sedangkan vaksin AstraZeneca sebanyak 18 ribu yang diterima telah disuntikkan di beberapa wilayah kerja puskesmas maupun di Polres Kukar serta Kodim 0906 Kutai Kartanegara.

"Kami berharap, dari rakor sore hari ini ada solusi berkaitan dengan bagaimana penyediaan vaksin Sinovac ini yang memang secara teknis harus dilakukan pada warga yang akan divaksin pada tahap keduanya," ucap Edi Damansyah. (prokom07/luc/k16)