BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan tengah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan bendungan pengendali (Bendali) Sungai Ampal. Lokasi bendali berada di Kelurahan Sumber Rejo seberang Pasar Segar. Proyek tersebut, masuk dalam proyek multiyears di mana pembangunan fisiknya akan dibiayai melalui APBN sedangkan untuk pembebasan lahan melalui APBD Kota Balikpapan.

“Secara keseluruhan, total anggaran Rp 150 miliar selama tiga tahun,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan Andi Muhammad Yusri Ramli, Selasa (14/9).

Rencananya, pembebasan lahan targetnya akan dituntaskan dalam APBD Balikpapan 2022. Saat ini, tengah disiapkan seluruh dokumen berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Jadi simultan kita, proses pembebasan lahan dan proyek fisiknya kita jalan, untuk proyek multiyears. Kalau lahan mudah-mudahan di 2022 bisa kami bayar,” ujarnya.

Pihaknya juga tengah menghitung kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan. Jika pembebasan lahan rampung maka akan langsung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sehingga bisa langsung dikerjakan.

“Kalau sudah dibebaskan kita akan komunikasikan dengan BWS karena BWS siap untuk mengerjakan fisik,” ucapnya.

Harapannya, pembangunan bendali bisa segera terealisasi karena bagian dari program wali kota untuk penanganan banjir yang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD).

“Kita mau secepat-secepatnya karena berkaitan dengan program wali kota salah satunya pengendalian banjir. Kita cek kesiapan data-data dokumennya dengan BPN dan OPD,” ujarnya.

Soal debit air yang bisa tertampung dalam bendali tersebut, Yusri menyatakan, desain merupakan kewenangan BWS. “Yang bikin desainnya BWS kita belum dapat data teknisnya. Kita hanya diminta lahan sekitar 10 hektare itu agar segera dibebaskan. Sehingga, bisa segera realisasi,” tutupnya. (aji/rdh/k15)