NILAI ekspor pertanian Kaltim pada semester I 2021 meningkat Rp 6,7 triliun (year on year/yoy). Peningkatan ini membuat Benua Etam menjadi salah satu provinsi dengan nilai ekspor pertanian tertinggi dan mengantarkan Kaltim menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021.

Gubernur Kaltim Isran Noor menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 yang diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, dalam acara Penganugerahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan di Istana Wapres Jakarta, Senin (13/9).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian mampu menyerap jutaan tenaga kerja yang terdampak PHK. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), angkatan kerja nasional yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah sektor pertanian.

Tumbuhnya pertanian di masa krisis seperti ini, tentunya tidak lepas dari kerja keras dan sinergi integratif dan kolaboratif antar insan pertanian, serta komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan pusat. “Saya ucapkan terima kasih kepada para gubernur dan bupati yang selama ini bekerja keras meningkatkan produksi dan ekspor pertanian,” jelasnya, Selasa (14/9).

Dia menjelaskan, selama ini Kementan terus berupaya menciptakan ragam kebijakan dan kerja sama intens dengan pemda dan stakeholder lainnya. Agar pertanian Indonesia tidak berhenti dan tetap berproduksi menyediakan pangan nasional. Kebijakan-kebijakan ini dibuat agar Indonesia tidak terjerumus dalam krisis pandemi yang panjang.

“Karena itu kami terus melakukan pendekatan teknologi untuk mengefisiensi produksi. Apalagi, pertanian itu adalah lapangan kerja dan yang paling dasar dari kehidupan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Karantina Pertanian Samarinda Cahyono mengatakan, data fasilitasi ekspor komoditas pertanian asal Kaltim meningkat sebesar Rp 6,7 triliun pada semester I 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy). Peningkatan ini tentu sangat menggembirakan dan diharapkan bisa menambah semangat para pelaku usaha agrobisnis. Baik petani, eksportir dan lainnya.

“Kami di Karantina Pertanian Samarinda selain bertugas mengawasi keamanan pangan dan pengendalian mutu pertanian juga mendapat tugas khusus untuk mengawal kinerja ekspor pertanian di Kaltim,” ujarnya melalui keterangan persnya, Selasa (14/9).

Dari data Kementerian Pertanian yang tercatat pada sistem IQFAST di Karantina Pertanian Samarinda, produk pertanian unggulan ekspor asal Kaltim yaitu turunan produk kelapa sawit berupa RBD palm olein, RBD palm stearin, palm kernel oil, minyak sawit, palm kernel expeller, cangkang sawit, palm kernel stearin dan karet lembaran. Dengan negara tujuan ekspor adalah Tiongkok, Haiti, Brasil, Malaysia, New Zealand, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, India, dan Rusia.

Sebagai informasi, para penerima penghargaan bidang Pertanian Tahun 2021 untuk kategori peningkatan produktivitas provinsi dan kabupaten tertinggi tahun 2019/2020 untuk tingkat provinsi adalah Lampung, Jawa Timur, Banten, Sumatra Selatan dan Jambi.

Sementara untuk tingkat Kabupaten adalah Cilacap, Brebes, Ngawi, Ogan Ilir Komering Ulu Timur dan Gresik. Sementara itu, kategori Peningkatan Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi Periode pada Januari 2020 sampai Juni 2021 untuk tingkat provinsi adalah Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jambi, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara. Sementara untuk tingkat kabupaten adalah Kota Baru, Deli Serdang, Kotawaringin Barat, Semarang dan Bintan. (ctr/ndu/k15)