Pada hari pertama ada 280 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengikuti pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) yang mulai digelar hari ini. Terbagi dalam empat sesi ujian, setiap sesi diikuti 70 orang, dengan total 1.892 peserta. Sedangkan ujian hari terakhir terjadwal Rabu (22/9) mendatang, dan diikuti 58 peserta PPPK non-guru.

 

SAMARINDA–Kabid Perencanaan dan Promosi, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Samarinda Sofyan Ady Wijaya menerangkan, pihaknya telah melakukan pemantauan kesiapan perangkat ujian dengan sistem computer assisted test(CAT).

“Kami dibantu empat orang dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang memeriksakan segala sesuatu dari awal hingga akhir,” ucapnya, Selasa (14/9).

Dia menyebut, tim dari BKN melakukan pengecekan dari kesiapan tiap unit komputer, genset, hingga persiapan ruangan, terutama terkait jarak antar-peserta agar tetap menjaga protokol kesehatan. Sedangkan dari kekuatan internet, Ady, sapaan akrab Sofyan Ady Wijaya, menyebut sudah menambah hingga 100 Mbps. “Kekuatan internet jadi kunci, karena tahun ini setiap PC (personal computer) dilengkapi kamera yang terhubung langsung dengan server di BKN, agar tim di pusat bisa turut memantau. Hasil ujian juga akan tampil di kanal YouTube BKPPD Samarinda,” ucapnya.

Dia menambahkan, nantinya saat peserta tiba di STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda di Jalan M Yamin, Samarinda Ulu, akan menjalani tahap pemeriksaan awal, yakni memastikan jadwal ujian. Selanjutnya, dilakukan registrasi. Di sesi tersebut akan diberikan username dan password untuk masuk ke aplikasi ujian. Selanjutnya, peserta akan diarahkan menuju ruang penitipan barang, kemudian menunggu di ruangan yang sudah dipersiapkan. “Kami menyiapkan tiga ruang ujian, satu ruang ujian khusus untuk peserta yang saat pengecekan suhu tubuhnya di atas 37 derajat celsius, atau terindikasi Covid-19. Sedangkan dua ruang lain masing-masing berisi 30 unit dan 40 unit komputer. Setiap sesi diberi waktu 100 menit untuk CPNS, dan 130 menit untuk PPPK non-guru,” tambahnya.

Dia mewanti-wanti agar peserta melakukan persiapan penuh, baik fisik maupun mental, terutama persyaratan sebelum ujian seperti KTP-el, kartu ujian, hingga bukti negatif rapid tes antigen 1x24 jam. Dia mengingatkan untuk calon peserta sesi pertama dan kedua, pada Senin (20/9) mendatang bisa mengikuti rapid tes antigen di Puskesmas Segiri yang beralamat di Jalan Ramania 2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, atau di depan RSUD AW Sjahranie dengan biaya Rp 35 ribu.

“Sedangkan untuk sesi ketiga dan keempat bisa ikut tes pada Senin pagi,” ucapnya. (dns/dra/k8)