UJOH BILANG–Menara pemancar telekomunikasi di sekitar kawasan Simpang Tikah, Kampung Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, resmi beroperasi sejak Minggu (12/9). Beroperasinya tiang pemancar itu menandai terkoneksinya akses 4G di area sekitar permukiman dan perkantoran utama di Mahulu.

“Sudah bisa sinyal 4G, kecuali kabel optik putus,” ucap Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh melalui Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Telematika Diskominfostandi Mahulu Evodius Awang, Senin (13/9).

Sinyal yang ditransmisikan menara telekomunikasi itu diperkirakan menjangkau radius 2-3 kilometer hingga Jalan Budaya. Meliputi titik-titik penting. Seperti Kantor Bupati, Bappelitbangda, BPKAD, KPU, dan sejumlah permukiman penduduk. “Mungkin saat ini bisa melayani sekitar seribu penduduk di area itu,” sambung Evo.

Menara pemancar sinyal setinggi 72 meter itu dimiliki Pemkab Mahulu, dan disewa penyedia jasa telekomunikasi PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Evo menyampaikan, menara itu bisa terbangun karena inisiatif merelokasi menara pemancar di Kampung Mamahaq Besar yang belum dapat berfungsi optimal karena kesalahan titik koordinat pada 2015. Setelah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak, menara itu akhirnya dipindahkan dan berdiri sejak akhir 2020.

“Harapannya kehadiran sinyal 4G di kawasan itu membantu mempercepat pembangunan dan tumbuhnya usaha masyarakat,” ucapnya.

Kehadiran sinyal 4G di sekitar kawasan itu mendapat tanggapan positif dari warga. Mengingat, banyak warga maupun pegawai di sekitar area itu kerap kesulitan mengakses internet yang kini menjadi salah satu kebutuhan utama menunjang pekerjaan dan hiburan.

Sebelum adanya sinyal 4G, banyak warga atau pekerja hanya dapat mengakses internet jika tersambung dengan wifi perkantoran yang terkoneksi dengan jaringan satelit. Hanya tersedia jaringan sinyal 2G untuk keperluan telepon dan berkirim pesan.

“Berita bagus itu. Sudah bisa kirim data dan urusan pekerjaan lain langsung lewat smartphone,” ujar karyawan swasta yang biasa menyambangi kompleks perkantoran untuk keperluan pekerjaan. Pria 27 tahun itu berharap upaya mengentaskan areal blank spot di Mahulu terus berjalan, dan semua kampung bisa menikmati sinyal 4G. (hms/dra/k8)