Pasukan Myanmar menewaskan beberapa anggota pasukan pertahanan lokal yang terus melakukan perlawanan dalam sebuah bentrokan. Penduduk setempat dan media melaporkan sedikitnya 10 orang tewas dalam bentrokan tersebut.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta terjadi pada Februari lalu. Dan, total sejauh ini diduga sudah menewaskan lebih dari 1.000 orang. Di beberapa daerah, penduduk setempat yang menolak Junta Militer sering menggunakan senapan berburu atau senjata rakitan untuk melawan. Pasukan Junta diserang dengan senjata seadanya dan senjata rakitan.

“Itu terjadi ketika mereka (Junta Militer) memasuki Desa Myin Thar di wilayah Magway barat,” kata juru bicara militer Zaw Min Tun kepada People. Pasukan Myanmar telah membunuh sejumlah pejuang. Pasukan juga telah menyita 23 pucuk senjata.

“Lebih dari 10 orang yang tinggal di desa saya ditembak dan dibunuh,” kata seorang warga Myin Thar yang tidak mau disebutkan namanya. “Tentara juga membakar beberapa rumah setelah bentrokan,” kata mereka.

Seorang penduduk desa, Thar Lin, mengatakan penduduk setempat melarikan diri karena mendengar suara tembakan. Mereka berlindung di sebuah biara dan ada yang lari ke hutan. Media lokal melaporkan antara 10 dan 15 penduduk setempat telah terbunuh.

Sebelumnya, pejuang dari pemerintah bayangan menghancurkan beberapa menara komunikasi milik militer. Mereka kemudian menyerukan kepada rakyat Myanmar untuk melakukan perang melawan junta. (jpc)