BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) terus berusaha membantu pemerintah menggerakkan kembali perekonomian masyarakat. Melalui program on-boarding, bank sentral menggandeng Shopee menggelar Road to Kampung Digital Kebun Sayur, Senin (13/9). Mengajarkan para pelaku usaha yang didominasi pedagang terkait digital marketing.

Di Balikpapan, pelaku usaha yang ingin bergabung dengan Shopee cukup tinggi. Bahkan hingga ribuan orang. Baik yang sudah lama berdagang, maupun pemula dan ingin belajar berjualan. Kategori produk yang dijual pun beragam, mulai kriya, makanan, kesehatan hingga produk rumah tangga.

Bagi yang ingin bergabung diharapkan bisa memisahkan akun yang khusus digunakan untuk berjualan dengan yang berbelanja pribadi. Mengingat sebagai penjual tentu dibutuhkan fast response. Sekaligus guna memfilter inbox/pesan yang masuk, agar si pembeli tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan. Sebab, itu memengaruhi kualitas atau bintang yang diberikan si konsumen.

Tidak hanya mengulik soal cara membuka toko online di marketplace, selama kegiatan lima hari yang berlangsung di Musala At-Taslim Kebun Sayur diadakan pula kegiatan klinik foto produk UMKM yang nantinya berkolaborasi dengan para desainer. Ada pula cara transaksi digital payment hingga digital business coaching.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Sri darmadi Sudibyo mengapresiasi pedagang yang bergabung dalam program. Melalui kegiatan ini, pedagang bisa mendapatkan banyak manfaat. Mengetahui lebih jelas mengenai marketplace dan transaksi pembayaran yang lebih mudah dengan penggunaan quick response code Indonesian standard (QRIS).

Dirinya meyakinkan, dengan digitalisasi tingkat penjualan akan lebih baik lagi. Meski pandemi dan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) membuat pedagang dan pembeli tidak bisa bertemu langsung, penjualan akan tetap baik.

“Produk yang dijual di marketplace tentu memiliki pangsa pasar lebih luas. Dari itu BI berharap bisa membangun image Pasar Kebun Sayur lebih bagus dan luas ke masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan on-boarding di pasar seperti ini, kata Sudibyo sudah kerap dilakukan berulang kali di berbagai tempat lain. Melalui sosialisasi talk show ataupun webinar. Upaya internalisasi terus dilakukan pula melalui berbagai channel/mitra. Namun, untuk yang bersifat intens ini baru di Pasar Kebun Sayur.

Dengan kegiatan ini diharapkan pula pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai fondasi ekonomi sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dapat bangkit kembali dan menjadi mandiri.

Tidak mudah memang kata Sudibyo, melakukan perubahan budaya dari konvensional menjadi digital. Sehingga ini menjadi tantangan bersama. Maka diperlukan literasi terkait digitalisasi ekonomi kepada pedagang pasar tradisional maupun pelaku UMKM. Dengan era digitalisasi dan mengikuti tren. Dia berharap, pelaku usaha tidak hanya bertahan namun juga mengembangkan produknya.

Di mana tidak penjualan tidak hanya dilakukan secara offline, tapi berbarengan dengan online sekaligus. “Harapannya semakin banyak pedagang memasuki digitalisasi. Karena dengan marketplace maka ia bisa mendapatkan konsumen yang lebih luas lagi,” tutupnya. (lil/ndu/k15)