ROMA – Jose Mourinho selalu punya cara untuk menandai momen terbaiknya. Seperti yang dia lakukan setelah mengantarkan AS Roma memenangi giornata ketiga kontra US Sassuolo Calcio 2-1 WIB (13/9). Begitu gol penentu kemenangan diciptakan Stephan El Shaarawy pada menit pertama injury time babak kedua, Mou pun langsung berlari ke arah Curva Sud . Dia bergabung dengan anak asuhnya untuk berselebrasi.

The Special One (julukan Mou) berlari merayakan pertandingan ke-1000 sepanjang karir melatihnya tersebut. ’’Saya bukanlah pria 58 tahun, tapi 14 tahun. Saat saya mulai memimpikan karir di sepak bola. Saya berlari seperti bocah,’’ ucap Mou kepada DAZN. Selebrasi yang seakan-akan mengulang trademark-nya di masa lalu.

Selebrasi yang kali pertama dia lakukan ketika menukangi FC Porto. Selebrasi yang Mou lakukan saat Costinha menjebol gawang Tim Howard pada menit ke-90. Saat itu, Porto menyisihkan Manchester United pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions 2003 – 2004. Kemenangan atas United itu jadi pembuka jalan Si Kuping Lebar (trofi Liga Champions) pertama Mou.

Trofi yang jadi satu dari 25 trofi juaranya untuk lima klub berbeda, Porto (2002 – 2004), Chelsea (2004 – 2007 dan 2013 – 2015), Inter Milan (2008 – 2010), Real Madrid (2010 – 2013), dan United (2016 – 2018). ’’Ini laga yang spesial untukku dan saya selalu ingin mengingatnya,’’ sambung Mou.

Apalagi laga ke-1000 ini juga sangat spesial baginya. Laga ke-1000 ini jadi bagian dalam momen bulan madunya yang berlangsung sampai lima laga beruntun. Sepanjang karirnya, tidak pernah sekalipun treinador berkebangsaan Portugal itu mencatatkan awal musim 100 persen menang sampai lima laga beruntun.

Makanya, Mou mengakui, dia tidak mau mengumbar target dalam laga ke-1000 sebelum dia datang ke Stadio Olimpico. Saat itu, dia menyebut laga ke-1000 bukanlah laga spesialnya. Itu dia lakukan agar tidak terbebani andaikan dia gagal menuntaskan tahapan terpenting dalam karir melatihnya itu. ’’Untung juga saya tidak kena cedera otot (gara-gara lari). Jadi saya bisa menjemput laga ke-1001,’’ gurau Mou.

Ya, Mou kini menjemput laga ke-1001-nya. Itu akan terjadi ketika dia mengawali perjalanannya bersama Roma pada ajang Eropa tengah pekan nanti. Tepatnya saat Roma menjalani matchday pertama Europa Conference League melawan CSKA Sofia di Roma (17/9). Di sisi lain, prediksi bursa scudetto musim ini yang mulai mengarah ke Roma. General Manager Roma Tiago Pinto pun mengamini prediksi itu. Dia menganggap Mou seperti sudah dilindungi dewa dalam sepakbola. ’’Dewa yang tak bisa membiarkan Mou tidak memenangi pertandingan ke-1000-nya malam ini (kemarin, Red),’’ ungkap Pinto yang sekompatriot dengan Mou dari Portugal itu. (ren/bas)