PEMERINTAH daerah tengah memfokuskan investasi pada perbaikan pariwisata. Sebab, sektor ini dianggap bisa membawa pemulihan ekonomi dalam jangka panjang. Melanjutkan kinerja positif pada triwulan kedua di mana ekonomi Kaltim tumbuh 5,76 persen. Untuk menuju pemulihan ekonomi jangka panjang di tengah pandemi, sektor kesehatan dan ekonomi harus berjalan bersamaan.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, dari faktor kesehatan dibutuhkan pengetatan protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi. Selain itu, investasi juga harus diarahkan pada ekonomi jangka panjang. Seperti hilirisasi dan pengembangan UMKM serta pengembangan pariwisata unggulan.

Pemprov Kaltim akan terus mendorong peningkatan, akses, atraksi, serta amenitas di sektor pariwisata. Selain itu, mendorong kapasitas pelaku usaha, dan mendorong digitalisasi promosi. “Pariwisata di Kaltim pada masa pandemi sangat terdampak. Pihak terkait sektor ini, seperti usahawan bidang perhotelan, kuliner, cendera mata dan lainnya sangat terdampak,” katanya, Minggu (12/9).

Sehingga diperlukan pengembangan investasi agar sektor ini bisa pulih lebih cepat. Kaltim punya potensi pariwisata yang sangat besar, setidaknya ada 563 desa wisata yang memiliki potensi. Kaltim sebagai provinsi yang memiliki daya tarik keanekaragaman seni dan budaya serta alam indah menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tapi akses infrastruktur masih kurang bahkan belum ada, sehingga membuat pengunjung kesulitan menuju objek wisata. Ke depan, diperlukan sinergi dengan instansi terkait di kabupaten dan kota dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kaltim. Bumi Etam harus fokus untuk pembangunan infrastruktur jalan, bandara dan pelabuhan yang menjadi kebutuhan primer.

Pengembangan pariwisata, salah satu sektor yang menjadi perhatian pemerintah. “Makanya kita akan arahkan investor untuk sektor ini, agar perbaikan pariwisata bisa membawa pemulihan ekonomi dalam jangka panjang,” tuturnya.

Pariwisata bisa menjadi diversifikasi sektor ekonomi. Sebab, Kaltim tidak akan bisa terus-menerus bertahan dengan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Kini, pariwisata menjadi sektor yang menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Tapi, untuk menuju itu diperlukan infrastruktur yang mendukung.

“Jika banyak investor yang mau mengembangkan pariwisata kita, maka daya tarik akan semakin kuat, yang berujung pada pemulihan ekonomi jangka panjang,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)