SIAPA sangka sosok perempuan inspiratif seperti Anne Avantie mengaku kurang familier dengan teknologi. ”Saya ini cuma lulusan SMP. Pakai iPad, laptop, dan internet itu tidak paham. Ada tim saya sendiri yang meng-handle,” tuturnya sambil tersenyum.

Meski demikian, perancang busana, terutama kebaya modern, yang tersohor itu menyatakan bahwa setiap orang memiliki anugerah sendiri-sendiri. ’’Ada hal-hal yang mungkin bisa saya lakukan, tapi kamu tidak. Demikian juga ada yang bisa kamu lakukan, tapi saya tidak,” jelasnya.

Menurut Anne, dalam masa pandemi ini, penting bagi pelaku usaha kreatif bisa adaptif dan berdamai dengan keadaan. Itulah yang menjadi penentu mana usaha yang bertahan, mana yang musnah.

Selain itu, penting menjaga reputasi dan menjadi terkenal. Dengan begitu, lebih banyak orang yang mampu menceritakan kisah, berbagi pengalaman batin, dan menjadi panutan bagi pelaku usaha kreatif yang lain. ’’Mungkin bagi sebagian orang pencitraan itu tidak baik, ada yang bilang dosa. Tapi, bagi saya, jadi terkenal itu penting. Agar bisa jadi pelita bagi yang lain. Kalau saya bukan seorang Anne Avantie, mungkin saat ini saya juga sudah jatuh,” tegasnya. (tau/c6/fal)