SAMARINDA – Penanganan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR dan Pera) Kaltim terhadap longsor yang terjadi di Jalan Batu Besaung menuju Berambai, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, harus lebih serius.

Pasalnya, penanganan sementara yang dilakukan sejak Selasa (7/9) lalu tidak membuahkan hasil. Tiga kali perbaikan yang dilakukan dengan memasang kontainer di bawah timbunan tanah, tiga kali pula longsor diterpa arus air hujan.

Ketua RT 29 Kelurahan Sempaja Utara Hariyanto menuturkan, sejak Selasa lalu, pihaknya sudah tiga kali melakukan perbaikan. Bahkan jalur yang dikenal dengan sebutan Tingkat 17 itu sempat normal dan bisa dilintasi baik motor maupun mobil.

Namun, setiap hujan deras, tanah yang digunakan untuk menguruk badan jalan selalu longsor terbawa arus air. “Kalau habis hujan pasti longsor, kami bahkan hampir menyerah,” ucapnya.

Dia menerangkan, untuk menuju RT 29 terdapat dua jalur alternatif yakni melalui RT 30 dan RT 31. Namun, kedua jalur itu juga longsor. Pada jalur di RT 31 yakni Jalan Inpres Tembok Tengah juga tengah diperbaiki tim Dinas PUPR Samarinda, sedangkan yang ada di RT 30, belum tersentuh. “Kami akan gotong royong mengamankan jalur di RT 30. Awalnya jalan itu bisa dilintasi mobil, tetapi seminggu lalu juga kena longsor, kini menyisakan jalur roda dua saja,” ucapnya.

Dia berharap pemprov bisa merealisasikan perbaikan yang serius, khususnya jalur utama Tingkat 17, karena jalur itu paling dekat bagi warga Jalan Batu Besaung menuju kota. Juga merupakan jalur utama untuk distribusi bahan perkebunan dan peternakan menuju Pasar Segiri, karena jalur Tembok Tengah riskan untuk dilintasi, dan terlalu curam.

“Begitu juga sebaliknya, kami biasanya mengirim kebutuhan air bersih dari kota menggunakan truk tangki. Kalau jalan poros masih putus, kebutuhan air warga terancam, bahkan untuk bahan makanan warga juga terancam,” ucapnya.

Sebelumnya, Selasa (7/9) tim Dinas PUPR dan Pera Kaltim melalui Kepala UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II Joniansyah menuturkan, untuk perbaikan di Tingkat 17 diambil alih pihaknya. Tim menyewa alat berat untuk penimbunan jalan milik perusahaan di sekitar titik longsor. “Baru penanganan sementara yang bisa kami lakukan, semoga bisa memperlancar arus lalu lintas warga,” singkatnya. (dns/dra/k16)