Sejak Kecamatan Sepaku ditetapkan sebagai lokasi awal dimulainya pembangunan ibu kota negara baru, panjang jalan yang telah diperbaiki sekitar 71 kilometer. Kondisi jalan saat ini sudah mulus dan lebih lebar.

 

BALIKPAPAN–Infrastruktur jalan menuju calon ibu kota negara (IKN) baru terus dibenahi pemerintah. Tahun ini, APBN dan APBD senilai Rp 213,878 miliar dibelanjakan untuk memuluskan jalan poros Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pembenahan ini merupakan bagian dari persiapan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku.

Mengutip laman

https://lpse.pu.go.id/
, alokasi kegiatan yang dibiayai APBN terbagi dalam tiga paket senilai Rp 139,514 miliar. Jenis kegiatannya meliputi pembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 1 hingga segmen 3. Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Dedy Mandarsyah menjelaskan, kegiatan penanganan jalan di Sepaku yang dibiayai APBN sudah selesai proses lelang.

Untukpembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 1, dikerjakan PT Prampus Inti Puspita. Nilai kontrak kegiatannya senilai Rp 46,693 miliar. Kemudian, pembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 2, dikerjakan PT Duta Mega Perkasa senilai Rp 48,021 miliar. Selanjutnya, pembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 3 dikerjakan PT Cipta Artha Borneo dengan anggaran sebesar Rp 44,8 miliar.

Dedy melanjutkan, panjang keseluruhan jalan yang dibiayai melalui APBN sekitar 4,775 kilometer. “Pembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 1 sepanjang 1,75 kilometer, lalu pembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 2 sepanjang 1,85 kilometer, dan pembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 3, panjangnya 1,175 kilometer,” jelasnya. Rencana kegiatan tersebut, sambung dia, merupakan lanjutan kegiatan yang sudah dilaksanakan pada tahun lalu.

Dedy menerangkan, preservasi atau peningkatan akses pendukung calon IKN baru pada 2020 telah digelontorkan anggaran senilai Rp 120 miliar. Terdiri dari kegiatan peningkatan jalan ruas Km 38, Samboja menuju Semoi Dua, Sepaku sepanjang 21,4 kilometer. Dilanjutkan dengan preservasi ruas Sepaku-Simpang Pelabuhan ITCI sepanjang 14,6 kilometer, dan preservasi ruas Semoi Dua-Sepaku dengan panjang 14,7 kilometer.

Termasuk preservasi ruas Jalan Mulawarman hingga Simpang Tiga Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Panjangnya 7,4 kilometer. “Kegiatan ini, untuk memudahkan mobilitas dari Bandara SAMS Sepinggan melalui Tol Balsam menuju calon IKN,” ungkapnya. Sedangkan, kegiatan yang dibiayai APBD Kaltim dilihat pada laman

https://lpse.kaltimprov.go.id/,
terbagi dalam empat paket senilai Rp 74,364 miliar.

Terdiri dari peningkatan jalan Semoi Sepaku-Petung yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) regular,rekonstruksi jalan Semoi Sepaku-Petung 1, hingga rekonstruksi jalan Semoi Sepaku-Petung 3. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim Irhamsyah mengungkapkan, empat paket kegiatan rekonstruksi jalan yang dibiayai APBD Kaltim direncanakan sepanjang 16 kilometer. Dengan total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 74,364 miliar.  “Lelangnya sudah selesai,” kata dia.

Kegiatan tersebut terdiri dari peningkatan Jalan Semoi Sepaku-Petung (DAK reguler) senilai Rp 28,016 miliar, rekonstruksi Jalan Semoi Sepaku-Petung 1 sebesar Rp 12,399 miliar, rekonstruksi Jalan Semoi Sepaku-Petung 2 dengan nilai Rp 12,718 miliar, dan rekonstruksi Jalan Semoi Sepaku-Petung 3 sebesarRp 21,231 miliar. Rekonstruksi Jalan Semoi Sepaku-Petung 1 dikerjakan sepanjang 2,2 kilometer, lalu Jalan Semoi Sepaku-Petung 2 sepanjang 1,3 kilometer, dan rekonstruksi Jalan Semoi Sepaku-Petung 3 dengan panjang 9,54 kilometer.

Sementara itu, peningkatan Jalan Semoi Sepaku-Petung yang menggunakan DAK regular, panjangnya 2,96 kilometer. “Jadi panjang peningkatan jalan yang dibiayai APBD Kaltim adalah 16 kilometer,” bebernya. Dengan demikian, total panjang jalan yang dikerjakan menggunakan APBN dan APBD Kaltim tahun ini sepanjang 20,775 kilometer. Sebelumnya, total panjang jalan yang dibenahi melalui pendanaan APBN sekitar 50,7 kilometer.

 Sehingga dalam dua tahun terakhir ini, total panjang jalan poros Sepaku yang ditingkatkan kualitasnya sekitar 71,475 kilometer. Sejak KIPP IKN ditentukan di Sepaku, wajah kecamatan yang mayoritas dihuni transmigran itu banyak berubah. Jika sebelumnya masih banyak lubang ditemukan begitu menuju Sepaku, maka pemandangan itu hampir tak terlihat lagi. Sebagian jalan beraspal, sebagian lagi dengan konstruksi cor beton. Lebarnya 7 hingga 8 meter dengan markah jalan berwarna kuning.

Sementara itu, akumulasi panjang jalan dari Km 38, Kelurahan Samboja, Kabupaten Kukar menuju Kecamatan Sepaku hingga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, sekitar 105 kilometer. (kip/riz)