BALIKPAPAN–Dukungan berbagai pihak terhadap vaksinasi pelajar terus bergulir. Salah satunya dari Badan Intelijen Negara (BIN) Kaltim yang menyediakan 3.000 dosis vaksin untuk Balikpapan, Senin (13/9). Perinciannya, 1.250 dosis untuk pelajar SMK 2, 1.250 dosis bagi siswa SMA 2, dan 500 dosis untuk vaksinasi door to door di Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat. Kegiatan vaksinasi massal ini turut disaksikan Presiden RI Joko Widodo yang tersambung melalui teleconference.

Untuk diketahui, vaksinasi massal serentak dilakukan BIN di 10 provinsi. Kepala BIN Daerah (Kabinda) Kaltim Brigjen TNI Danni Koswara mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan program vaksinasi massal. Kali ini, pihaknya menyalurkan 5.500 dosis yang terbagi di beberapa wilayah. Yakni, 3.000 dosis di Balikpapan dan sisanya 2.500 dosis untuk vaksinasi pelajar dan door to door di Bontang. Total keseluruhan sejak BIN melaksanakan vaksinasi massal mencapai 16 ribu dosis. Termasuk kepada siswa SMP, SMA/SMK, dan pesantren.

“Evaluasi saya lihat kerja sama antar-instansi saling mendukung,” ucapnya.

Misalnya dari Dinas Kesehatan dan TNI/Polri, setiap kali kekurangan tenaga kesehatan mereka turut membantu. Danni menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi massal dilakukan di 10 provinsi yang masuk daerah zona merah alias episentrum. “Sebenarnya saya tidak bangga tampil di sini karena kita termasuk episentrum. Walau memang kecil kasus di Kaltim tapi persentase besar jika dibandingkan wilayah lain yang lebih padat,” bebernya. Dia berharap, dengan segala upaya, seperti vaksinasi, bisa menekan tingkat penyebaran Covid-19 di Bumi Etam.

Sementara itu, dalam sambutannya via sambungan teleconference, Joko Widodo menuturkan, total ada 58 ribu pelajar yang divaksin se-Indonesia kemarin. Salah satunya berasal dari Kaltim. “Saya berharap, vaksinasi semua lancar agar pelajar tetap sehat terlindungi dari bahaya Covid-19 dan bisa segera pembelajaran tatap muka (PTM),” ungkapnya. Presiden mengatakan, ketika semua pelajar telah divaksin maka sekolah bisa segera melakukan PTM. Namun dengan catatan, daerah tersebut sudah tidak berada dalam status PPKM Level 4. Sehingga bagi yang sudah vaksin dan status kota pada PPKM Level 2 dan 3 segera melakukan PTM terbatas.

 “Vaksinasi untuk pelajar harus terus dikejar. Ketika ada stok vaksin langsung dibagi dan segera minta lagi ke menkes,” ujarnya saat memantau vaksinasi massal pelajar di SMA 1 Sukoharjo, Jawa Tengah. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengungkapkan, sejauh ini capaian vaksinasi pelajar di Balikpapan sudah 19,3 persen atau 13.181 orang dari total sasaran 68.176 orang. Ini berdasarkan data per Minggu (12/9) sore.

Vaksinasi sasaran pelajar dibantu melalui puskesmas. Total ada 27 puskesmas di Balikpapan yang terus bergerak memberi suntikan vaksin dari sekolah ke sekolah. Kemudian dibantu BIN dan TNI/Polri yang juga turut melaksanakan vaksinasi dengan sasaran anak sekolah. Perempuan yang akrab disapa Dio ini mengungkapkan, ada beberapa sekolah memiliki capaian rendah vaksinasi karena terkait izin dari orangtua. Berdasarkan laporan puskesmas ketika mereka sudah siap memberi vaksin, namun terkendala dari siswa yang belum siap.

Kasus ini kebanyakan terjadi di sekolah keagamaan setara MTs. Sehingga sosialisasi pentingnya vaksinasi bagi pelajar perlu kembali digencarkan. Puskesmas akan melakukan sosialisasi melalui Zoom kepada orangtua. “Kalau guru dan sekolah tidak ada masalah mereka mendukung. Tinggal izin dari orangtua,” ucapnya. Pihaknya terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada orangtua dan masyarakat, bahwa vaksin baik dan diperlukan untuk melindungi anak-anak. Apalagi menjelang persiapan PTM. Dio mengutip pernyataan presiden, bahwa sebenarnya sekolah sudah bisa melakukan PTM.

Namun dengan syarat pelajar sudah mendapat vaksin dan selagi daerah tersebut sudah tidak status level 4, sekolah bisa bersiap PTM. “Kita intinya berusaha secepat-cepatnya vaksin pelajar rampung. Semoga Oktober ini bisa selesai untuk pelajar SMP dan SMA/SMK,” tandasnya. (gel/riz/k8)